Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang perkuat tanggul sepanjang Sungai Babon antisipasi hujan ekstrem

Kamis, 26 Maret 2026 21:34 WIB
Image Print
Pekerja melakukan penguatan tanggul Sungai Babon, Semarang, untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem yang masih mengguyur. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat dengan memperkuat tanggul di sepanjang Sungai Babon sebagai langkah tanggap darurat, sekaligus antisipasi lanjutan menyusul kembali terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Tembalang akibat hujan ekstrem.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat berbasis koordinasi teknis untuk mengendalikan situasi.

Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu (25/3) malam hingga Kamis (26/3) dini hari menyebabkan banjir kembali melanda sejumlah titik, antara lain wilayah Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, hingga Dinar Indah.

Kawasan-kawasan tersebut memang tercatat sebagai wilayah yang rentan terdampak saat curah hujan tinggi.

"Pada saat debit Kali Plumbon meningkat tadi malam, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading. Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan," katanya.

Pengaturan aliran tersebut terbukti mampu mengurangi tekanan air di wilayah hulu sehingga limpasan di kawasan Meteseh dan Rowosari tidak setinggi kejadian banjir sebelumnya.

Selain itu, Pemkot Semarang juga langsung melakukan perkuatan tanggul darurat pada titik-titik kritis.

Penanganan juga dilakukan melalui pemasangan "sandbag" (karung pasir) dan kisdam sebagai upaya menahan potensi luapan susulan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi.

Di sisi lain, Agustina juga menyoroti keterbatasan intervensi pada kawasan perumahan baru yang terdampak banjir.

"Perumahan-perumahan baru di Meteseh dan Rowosari saat ini belum diserahterimakan sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang. Pemkot belum dapat melakukan penanganan permanen di kawasan tersebut," katanya.

Meski demikian, kata dia, pemerintah tetap hadir dengan melakukan langkah-langkah konkret, seperti pembersihan lumpur pasca genangan, penanganan darurat di lapangan, serta penyiapan personel dan logistik untuk mengantisipasi kondisi lanjutan.

Menurut dia, kejadian tersebut juga memperkuat catatan bahwa banjir akibat curah hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang.

Pada awal Maret 2026, wilayah lain seperti Mangkang dan Tlogosari juga mengalami banjir akibat kombinasi hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur seperti talud jebol.

"Kami pastikan pemerintah kota akan terus siaga, bergerak cepat, dan hadir di tengah masyarakat. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, dari hulu hingga hilir," katanya.



Baca juga: Kejari Semarang bantu tagih perusahaan penunggak BPJS Ketenagakerjaan



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026