Logo Header Antaranews Jateng

Polres Pekalongan "kehilangan" anggotanya saat bertugas

Selasa, 24 Maret 2026 14:43 WIB
Image Print
Jajaran Kepolisian Resor Pekalongan mengikuti proses pemakanan almarhum Bripka Septian Eko Nugroho yang gugur saat menjalan tugas pengamanan arus lalu lintas Lebaran 2026 di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Polres Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan, Jawa Tengah "kehilangan" anggotanya bernama Bripka Septian Eko Nugroho saat bertugas dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Polres Pekalongan AKBP Rahmad Yusuf di Pekalongan, Selasa, menjelaskan Bripka Septian baru saja menyelesaikan tugas pengaturan lalu lintas di Alun-Alun Kajen, Minggu (22/3) malam, dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 di daerah setempat.

"Usai melaksanakan tugas dan sempat beristirahat sejenak di sekitar lokasi, almarhum tiba-tiba mengalami pingsan," katanya dalam keterangan tertulis.

Rekan-rekannya kemudian segera membawa Bripka Septian ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah sampai di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Kajen, tim medis langsung melakukan tindakan, termasuk pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) dan resusitasi jantung paru (RJP).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya gangguan irama jantung. Namun meski telah dilakukan penanganan maksimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia di IGD RSUD Kajen," katanya.

Kepala Polres Pekalongan AKBP Rahmad Yusuf yang didampingi Kasi Humas AKP Warsito mengatakan penyebab kematian berkaitan dengan gangguan sistem kardiovaskular atau penyakit jantung.

Ia menyebut Bripka Septian di lingkungan Polres Pekalongan semasa hidupnya dikenal sosok yang supel, enak bergaul, mudah berinteraksi dengan rekan, memiliki kinerja yang baik, serta loyalitas tinggi.

"Setiap pekerjaan diselesaikan sesuai dead line dan jarang mengeluh. Hasil diagnosa beliau mengalami kondisi fisik yang tidak fit tetapi dipaksakan untuk bekerja," katanya.

Almarhum Bripka Septian Eko Nugroho meninggalkan seorang istri bernama Dewi dan dua anak laki-laki yang masing-masing masih bersekolah kelas III sekolah dasar dan kelas IV SD.

Baca juga: Polisi melakukan buka tutup tempat istirahat di ruas tol dalam Kota Semarang



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026