
Ratusan pemudik asal Solo Raya ikut program Balik Kerja Bareng BPKH

Karanganyar (ANTARA) - Ratusan pemudik asal Solo Raya mengikuti program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 yang berangkat dari De Tjolomadoe Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa.
Pada program tersebut, sebanyak 675 pemudik diberangkatkan dengan menggunakan 15 unit bus. Mereka tidak hanya berasal dari Solo Raya tetapi juga dari beberapa daerah di Jawa Timur dengan tujuan Jakarta.
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Sulistyowati mengatakan program tersebut tidak hanya dilaksanakan di Surakarta tetapi juga Lampung, Yogyakarta, dan
Surabaya.
“Ini adalah bagian dari program kemaslahatan kami BPKH dalam menghasilkan nilai manfaat dari DAU (dana abadi umat) untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan program balik gratis sengaja diselenggarakan mengingat masih jarang instansi yang menyelenggarakan fasilitas tersebut. Mereka umumnya menyelenggarakan program mudik gratis.
“Ternyata Pemprov Jateng sudah mengikuti kami, sebetulnya kami pelopor dari empat tahun yang lalu,” katanya.
Ia mengatakan Solo menjadi daerah dengan jumlah pendaftar terbanyak. Bahkan yang mendaftar lebih dari 11.000 orang.
“Luar biasa, akan kami kami evaluasi lagi apakah harus ditambah (jumlah bus) atau tambah kota. Sebetulnya jumlahnya selalu naik, kemarin-kemarin kami menyediakan sepuluh bus setiap kota,” katanya.
Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran, pihaknya juga memberikan persyaratan khusus, yakni mereka harus memiliki pekerjaan di Jakarta.
“Jadi harus melampirkan kartu identitas pegawai, kebanyakan cleaning service, pegawai pabrik,” katanya.
Salah satu pemudik, Totok Iswanto mengaku senang bisa mengikuti program balik gratis tersebut.
Pria asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen tersebut berangkat dengan tiga anggota keluarga yang lain. Menurut dia, program balik gratis tersebut sangat membantunya dari sisi finansial.
“Biasanya kalau pulang berempat setiap berangkat bisa lebih dari Rp2 juta, karena setiap orang habisnya sekitar Rp600.000. Dengan ikut ini kami sangat terbantu,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
