Logo Header Antaranews Jateng

Kabupaten Temanggung memperkuat konservasi di tiga gunung

Kamis, 19 Maret 2026 15:05 WIB
Image Print
Ilustrasi: Sejumlah warga memikul tenong berisi berbagai jenis makanan saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus memperkuat upaya konservasi lingkungan di kawasan tiga gunung yaitu Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Kamis, mengimbau kepada seluruh pengelola basecamp pendakian untuk berperan aktif dalam mendukung program penghijauan, termasuk mengajak para pendaki ikut serta dalam kegiatan reboisasi di sepanjang jalur pendakian.

"Imbauannya, setiap basecamp bisa menanam pohon dan menyampaikan kepada para pendaki agar ikut melakukan reboisasi di jalur pendakian," katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah basecamp, katanya, sebagian besar lokasi jalur pendakian saat ini sudah dalam kondisi baik dan lahan untuk penanaman baru relatif terbatas karena sudah terisi tanaman sebelumnya. Oleh karena itu fokus kegiatan kini mulai dialihkan dari penanaman ke perawatan.

"Beberapa basecamp sudah melaksanakan penanaman dan secara umum lahannya sudah penuh. Jadi sekarang tugas basecamp dan pendaki lebih ke perawatan, seperti menjaga dan merawat tanaman yang sudah ada agar bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Di Gunung Prau, basecamp Campurejo telah melaksanakan kegiatan penanaman dengan mengambil bibit dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kledung. Sementara itu di jalur Wates masih terdapat beberapa titik lahan kosong, khususnya di area Bukit Rindu di atas Pos 3 yang berpotensi untuk penanaman lanjutan.

Untuk basecamp Grasindo Gunung Sindoro di Kledung, kegiatan penanaman dinilai sudah maksimal sehingga saat ini difokuskan pada pengawasan dan perawatan tanaman. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Gunung Sumbing, khususnya jalur Banaran, yang vegetasinya sudah cukup rapat sejak Pos 1 ke atas.

Selain itu, kata dia, pihak Perhutani juga memberikan arahan agar penanaman tidak dilakukan terlalu rapat. Hal ini untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan saat musim kemarau.

"Arahan dari Perhutani agar tidak terlalu dekat jarak tanamnya, karena dikhawatirkan saat musim kemarau bisa memicu kebakaran. Ini sudah kami sampaikan ke teman-teman basecamp dan sudah ditindaklanjuti," katanya.

Secara keseluruhan program konservasi di tiga gunung tersebut telah berjalan dengan baik berkat kolaborasi antara pemerintah, pengelola basecamp, dan para pendaki. Ke depan, lanjutnya, diharapkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian alam terus meningkat, tidak hanya melalui penanaman, tetapi juga perawatan berkelanjutan.

Baca juga: Petani Temanggung sedekah kopi dan tembakau lembutan ke pengguna jalan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026