Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Banyumas: Pasar Ramadhan jadi ruang berdayakan UMKM

Kamis, 19 Februari 2026 22:50 WIB
Image Print
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti (dua dari kanan), Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof Jebul Suroso (kanan), dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah (dua dari kiri) dalam Pembukaan Pasar Ramadhan di halaman Kantor Pusat UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026) sore. ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Pasar Ramadhan 1447 H menjadi ruang pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sekaligus sarana silaturahmi dan pembelajaran ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

“Pasar Ramadhan bukan hanya tempat jual beli. Ini adalah ruang silaturahmi, ruang belajar sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi,” kata Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti saat pembukaan Pasar Ramadhan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Bank Indonesia Purwokerto di halaman Kampus I UMP, Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis sore.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus dan Bank Indonesia Purwokerto yang dinilai berhasil membangun kolaborasi untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat selama Ramadhan.

Ia mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan otoritas keuangan tersebut disebut sebagai model penguatan UMKM berbasis komunitas.

Menurut dia, kegiatan semacam itu mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menghidupkan suasana Ramadhan.

Oleh karena itu, kata dia, pelaku UMKM diminta menjaga kualitas produk dan kepercayaan pembeli melalui kejujuran serta pelayanan yang baik.

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan Pasar Ramadhan sebagai sarana belajar mengelola kegiatan dan berwirausaha secara langsung di tengah masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan area pasar.

“Saya berharap Pasar Ramadhan yang telah tahun keempat tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan dengan keterlibatan UMKM lokal yang semakin luas,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan Pasar Ramadhan menjadi bagian dari peran kampus dalam membangun ekosistem ekonomi daerah, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
Ia menyebut sekitar 350 pelaku UMKM terlibat sebagai tenant.

“Pada penyelenggaraan sebelumnya, perputaran transaksi mencapai sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar dan tahun ini ditargetkan meningkat hingga Rp3 miliar,” katanya.

Ia mengatakan seluruh tenant telah melalui pembinaan serta seleksi produk halal oleh pusat layanan halal kampus dan seluruh transaksi menggunakan QRIS.

Di sisi lain, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah mengatakan kolaborasi Pasar Ramadhan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta UMKM di wilayah Banyumas Raya.

“Kolaborasi pada Pasar Ramadhan ini bukan hanya sekadar pasar, tetapi wujud nyata sinergi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan UMKM di Banyumas Raya, sekaligus menjadi pre-event rangkaian program pengembangan ekonomi syariah kami,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia saat ini termasuk tiga besar dalam pengembangan ekonomi syariah global dan memiliki potensi besar melalui rantai nilai halal, mulai dari kuliner, fesyen, hingga wisata religi.

Menurut dia, wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara dinilai memiliki modal kuat dengan basis pesantren, budaya, dan UMKM pangan halal.

Di samping itu, kata dia, pengembangan ekonomi syariah di daerah dilakukan melalui berbagai program, antara lain penguatan zona kuliner halal, aman, dan sehat, pelatihan juru sembelih halal, pendampingan sertifikasi halal, serta kolaborasi dengan lembaga zakat dan wakaf.

Ia menambahkan seluruh tenant Pasar Ramadhan UMP telah menggunakan QRIS untuk mendorong akselerasi pembayaran digital.

Selain itu, lanjut dia, Bank Indonesia juga menyiapkan kompetisi transaksi QRIS bagi tenant serta edukasi pembayaran digital, pelindungan konsumen, dan program cinta, bangga, paham rupiah.

“Momentum Pasar Ramadhan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pasar murah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas guna membantu menjaga stabilitas harga selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Mahdi.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026