
Rehabilitasi dua ruas jalan nasional di Blora dianggarkan Rp3 miliar

Blora (ANTARA) - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk merehabilitasi dua ruas jalan nasional yang melintasi Kabupaten Blora, sebagai persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
"Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan minor berupa pelapisan aspal satu lapis (AC-WC), menyusul kerusakan akibat cuaca ekstrem yang memicu munculnya banyak lubang dan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua," kata PPK 3.6 Provinsi Jateng BBPJN Jateng-DIY, Arif Agus Setyawan di Blora, Jateng, Rabu.
Ia mengatakan perbaikan dilakukan pada dua ruas, yakni Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman di Blora.
"Untuk rehab minor di dua ruas. Untuk Jalan Ahmad Yani sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai sekitar Rp2 miliar. Sementara Jalan Sudirman sepanjang 0,5 kilometer dengan nilai sekitar Rp1 miliar," ujarnya.
Ia menjelaskan pengerjaan difokuskan pada pelapisan ulang satu lapis aspal dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari. Pelaksanaan pekerjaan menyesuaikan kondisi cuaca, karena bagian bawah jalan perlu direkondisi terlebih dahulu sebelum dilakukan pelapisan.
"Kita targetkan H-10 Lebaran sudah tidak ada pekerjaan besar. Jadi saat arus mudik, tidak ada lagi penutupan jalan di dua ruas tersebut," ujarnya.
Menurut dia, pelapisan kali ini merupakan lanjutan dari perbaikan yang telah dilakukan pada 2025. Namun, metode yang digunakan tidak secara menyeluruh, melainkan sistem spot atau memanjang sesuai tingkat kerusakan yang dinilai paling membahayakan.
"Penanganannya bisa spot-spot atau memanjang, tergantung kondisi lapangan. Di ruas Jalan Sudirman juga ada tumpukan aspal yang nanti akan diratakan," ujarnya.
Sebelumnya, ruas jalan nasional Rembang-Blora-Cepu mengalami kerusakan berupa lubang di tengah badan jalan akibat tingginya intensitas hujan. Beberapa lubang dilaporkan memiliki kedalaman hingga 7 sentimeter dengan diameter mencapai 50 sentimeter.
Warga setempat memasang rambu darurat sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan. Menindaklanjuti kondisi tersebut, BBPJN Jateng-DIY melakukan perbaikan darurat guna meminimalkan risiko kecelakaan.
"Lubang-lubang yang muncul kami sisir. Pekerjaannya dengan metode patching menggunakan aspal panas (hotmix) atau TCM (Tambal Cepat Mantap) coldmix dengan aditif, dilakukan secara berlanjut hingga seluruhnya tertangani," ujarnya.
Baca juga: Kabupaten Blora mendapat tambahan 23.520 tabung elpiji 3 kg jelang Ramadhan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
