Logo Header Antaranews Jateng

Kabupaten Blora mendapat tambahan 23.520 tabung elpiji 3 kg jelang Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 15:53 WIB
Image Print
Pekerja menyelesaikan proses isi ulang gas elpiji ukuran 3kg di SPBE Sinar Sakti, Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus, Jateng, Jumat (20/6/2014). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Asf/mes/aa.)

Blora (ANTARA) - Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat tambahan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram (kg) sebanyak 23.520 tabung dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT).

"Jumlah tersebut setara 88 persen dari alokasi harian normal di Blora. Dengan demikian, estimasi alokasi harian penuh (100 persen) untuk wilayah ini berada di kisaran 26.728 tabung per hari," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan saat dihubungi dari Blora, Rabu.

Taufiq mengatakan tambahan pasokan ini merupakan bagian dari kebijakan Pertamina yang secara total menyalurkan 1,1 juta tabung atau setara 3.544 metrik ton untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai 17 Februari 2026.

"Lebih dari 1 juta tabung dialokasikan untuk Jateng, sementara 144.000 tabung untuk DIY. Jumlah tersebut setara lebih dari 75 persen dibandingkan penyaluran normal harian," ujarnya.

Di Blora sendiri, kata dia, realisasi penyaluran saat ini masih sekitar 80 persen dari alokasi harian. Namun memasuki Ramadhan, konsumsi elpiji rumah tangga diprediksi meningkat sekitar lima persen seiring meningkatnya aktivitas memasak serta kebutuhan pelaku usaha mikro dan kecil.

Taufiq Kurniawan menyampaikan tambahan fakultatif ini bertujuan menjaga keandalan stok hingga tingkat pangkalan.

"Kami memastikan tambahan ini dapat menjaga keandalan stok di lapangan, terutama di pangkalan resmi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji 3 kg selama Ramadhan," ujarnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat mampu untuk beralih menggunakan elpiji nonsubsidi, seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg agar subsidi tetap tepat sasaran.

Masyarakat diminta membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi agar harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.

"Dengan tambahan 23.520 tabung tersebut, kebutuhan elpiji 3 kg di Blora selama Ramadhan diharapkan tetap aman dan distribusi berjalan lancar tanpa gejolak di tingkat konsumen," ujarnya.


Baca juga: BPJS Kesehatan : Keaktifan peserta JKN di Blora capai 68 persen



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026