
BBPJN Jateng--DIY lebarkan drainase Jalan Nasional Blora--Cepu antisipasi luapan air

Semarang (ANTARA) - Pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Arif Agus Setyawan mengatakan, pihaknya segera memperlebar drainase di Jalan Nasional Blora–Cepu, tepatnya di wilayah Desa Jiken Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, Jawa Tengah, agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mampu mengantisipasi luapan air.
Arif Agus Setyawan menjelaskan bahwa penyebab utama genangan setinggi sekitar 30 centimeter di ruas Jalan Nasional Blora–Cepu itu pada Minggu (26/10) adalah luapan air dari sawah dan permukiman warga sekitar yang mengalir ke saluran air di jalan itu.
“Sistem drainase di jalur nasional itu sebenarnya hanya dirancang untuk menampung limpahan air dari permukaan jalan, bukan dari kawasan persawahan dan permukiman. Ketika air dari sawah dan rumah warga masuk ke saluran, kapasitasnya tidak mencukupi. Akibatnya, saat hujan deras, air meluap ke badan jalan,” ujar Arif di Blora, Kamis.
Menurut Arif, pembersihan saluran drainase terakhir dilakukan pada 8 Oktober 2025 sebagai langkah antisipasi menjelang puncak musim hujan. Namun, tingginya intensitas hujan disertai limpahan air dari area sekitar membuat sistem drainase kembali kewalahan.
“BBPJN telah melakukan pembersihan gorong-gorong dan saluran drainase di beberapa titik rawan genangan guna mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan,” tambahnya.
Untuk penanganan jangka panjang, BBPJN menyiapkan program pelebaran saluran drainase jalan nasional agar mampu menampung debit air lebih besar, terutama pada saat curah hujan ekstrem.
“Rencana kami adalah memperlebar saluran drainase agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mampu mengantisipasi luapan air dari kawasan sekitar,” tutur Arif.
Genangan di ruas Jalan Nasional Blora–Cepu tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta.
"Saluran yang ada sebenarnya memiliki kapasitas cukup besar. Setelah hujan reda, air pun cepat surut. Langkah awal untuk penanganan berkelanjutan adalah melakukan koordinasi dengan para stakeholder wilayah pengelolaan air, agar aliran air dapat diatur dengan baik dan tidak melimpas ke jalan," terangnya.
Sebelumnya, pedagang di sekitar lokasi turut merasakan dampaknya. Mifta, salah satu pedagang, mengaku panik ketika air mulai masuk ke rukonya.
“Yang paling saya pikirkan tadi menjauhkan arus listrik, belum sempat selamatkan barang dagangan,” katanya.
Pedagang lain, Udin, menuturkan bahwa genangan kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
“Biasanya cuma di jalan, sekarang sampai masuk ruko,” ujarnya.
Ia menduga penyebabnya adalah saluran drainase yang tersumbat dan belum diperbaiki.
Kepala TRC BPBD Blora, Agung Triyono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tingginya curah hujan disertai kondisi drainase yang kurang optimal menyebabkan air meluap ke jalan dan ruko warga.
“Debit air besar, sementara saluran tidak mampu menampung. Kini air sudah mulai surut dan tidak ada korban jiwa,” jelas Agung.
Petugas di lapangan sempat menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Baca juga: Pertamina jamin Pertalite seluruh SPBU di Blora aman dari kontaminasi air
Pewarta: Teguh Imam Wibowo/Gunawan
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
