Logo Header Antaranews Jateng

Cilacap mempercepat pembangunan huntara bagi penyintas longsor Cibeunying

Rabu, 10 Desember 2025 15:52 WIB
Image Print
Sejumlah pekerja membangun hunian sementara (huntara) di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (10/12/2025), yang disiapkan untuk penyintas bencana tanah longsor di Desa Cibeunying. ANTARA/HO-BPBD Cilacap

Cilacap (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana tanah longsor di Desa Cibeunying sambil menunggu hasil kajian resmi dari Badan Geologi terkait dengan jumlah pasti rumah yang harus direlokasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Rabu, mengatakan percepatan pembangunan huntara itu dilakukan untuk memastikan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang aman selama proses pemulihan.

"Pembangunan huntara masih terus berproses. Target awal 50 unit, dan hari ini sudah terbangun atau sedang dalam proses sekitar 21 unit," katanya.

Sebelum kajian resmi keluar, kata dia, data sementara mencatat sebanyak 296 rumah berpotensi masuk kategori relokasi, namun jumlah tersebut dapat berubah setelah verifikasi final.

Menurut dia, lokasi huntara berada di Desa Jenang yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.

Meskipun berbeda desa, dia mengatakan lokasi tersebut dinilai aman dan masih terjangkau bagi penyintas karena masih masuk wilayah Kecamatan Majenang

"Huntara yang dibangun itu dirancang sebagai hunian tumbuh, sehingga dapat dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap). Jadi nanti di lokasi yang sama, huntara bisa diperluas menjadi huntap," katanya.

Ia mengakui sebagian penyintas masih menempati gedung Madrasah Tsanawiyah Cibeunying sebagai lokasi pengungsian sementara.

Akan tetapi, kata dia, jumlah pengungsi makin berkurang karena sebagian di antaranya memilih kembali ke rumah saat siang hari atau tinggal sementara di rumah kerabat yang lebih aman.

Taryo mengharapkan pembangunan 50 unit huntara pada tahap awal dapat diselesaikan secepat mungkin agar para penyintas tidak terlalu lama berada di pengungsian.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Berdasarkan laporan awal usai kejadian, jumlah warga terdampak bencana tanah longsor sebanyak 46 orang terdiri atas 23 korban selamat, dua korban meninggal dunia, dan 21 orang dalam pencarian.

Hingga berakhirnya operasi pencarian yang digelar selama 10 hari, Sabtu (22/11), jumlah korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying tercatat sebanyak 21 orang, sedangkan dua lainnya tidak berhasil ditemukan.



Baca juga: BPBD Banjarnegara: Pembangunan huntara di Ratamba mulai medio Februari



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026