Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggencarkan bantuan sosial dan program pasar murah untuk mengendalikan harga pangan di pasaran jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebagaimana yang dilakukan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang menyalurkan sejumlah program bantuan sosial dan pengendalian harga pangan di Balai Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Senin.
Program tersebut meliputi penyerahan Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pemberian Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling), serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Seluruh rangkaian kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, memperluas akses layanan dasar, dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
Dalam agenda tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan bantuan KUBE senilai Rp20 juta kepada satu kelompok usaha di Kelurahan Krobokan yang beranggotakan 10 orang.
Bantuan tersebut diberikan sebagai stimulan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif, sekaligus memfasilitasi pendampingan dan peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Selain dukungan terhadap usaha warga, Kelurahan Krobokan juga menerima bantuan 1 ton beras dari CPPD yang diperuntukkan bagi 100 keluarga miskin.
Masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras sebagai upaya antisipatif menghadapi kerawanan pangan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemprov Jateng juga menggelar Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Krobokan.
Pada kegiatan itu, disediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, hingga bawang putih.
Total subsidi yang digelontorkan pada program GPM itu mencapai Rp86,5 juta, sebab GPM menjadi langkah penting untuk menekan inflasi, sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Pada Desember 2025, Pemprov Jateng juga menyalurkan subsidi pangan ke 39 kecamatan yang akses pangannya terbatas, khususnya di wilayah pinggiran dan daerah terpencil.
Total subsidi yang disalurkan meliputi: beras (195 ton), gula pasir (39 ton), minyak goreng (39.000 liter), telur (19,5 ton), bawang merah (9,75 ton).
Pada kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga meninjau program Speling yang digabung dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lokasi tersebut.
Program kesehatan keliling itu tidak hanya menyasar masyarakat dewasa tetapi juga anak-anak usia dini, dan ia juga menekankan pentingnya deteksi dini untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Hingga 5 Desember 2025, program Speling dan CKG telah dilaksanakan sebanyak 814 kali di 748 desa se Jateng, dengan sasaran lebih dari 81 ribu warga.

