Logo Header Antaranews Jateng

BI Jateng gelar bedah buku ketiga "Refleksi Tiga Zaman"

Senin, 24 November 2025 13:04 WIB
Image Print
Bedah buku ketiga bertema "Refleksi Tiga Zaman (Sejarah, Sains, Filsafat) Menuju Bangsa Beradab" yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, di Semarang, Jumat (21/11/2025). (ANTARA/HO-Pribadi)

Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar serial bedah buku ketiga bertema "Refleksi Tiga Zaman (Sejarah, Sains, Filsafat) Menuju Bangsa Beradab".

Bedah buku berlangsung di Semarang, Jumat, menampilkan akademisi, sekaligus penulis buku filsafat populer Fahruddin Faiz untuk mengupas bukunya yang berjudul "Menaklukkan Kebahagiaan".

Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi tidak semestinya hanya berfokus pada keuntungan materi.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BI Jateng dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan, etika, dan pemikiran kritis guna mendukung pembangunan ekonomi yang lebih manusiawi.

"Pembangunan ekonomi bukan semata-mata mencari keuntungan atau mengalahkan pesaing. Ekonomi harus dibangun dengan etika," katanya.

Kemajuan bangsa, kata dia, tidak cukup ditopang aspek teknis, tetapi juga pemahaman terhadap sejarah, cara berpikir ilmiah, dan pandangan filosofis.

"Kita perlu memahami sejarah sebagai bangsa, berpikir metodologis dan sistematis, serta menjadikan filsafat sebagai pengikat nilai. Itu yang membuat kita dapat menentukan apa yang terbaik bagi diri kita dan masyarakat," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memupuk karakter dan kebijaksanaan di tengah budaya serba cepat saat ini, mengingat banyak anak muda merasa terbebani oleh tekanan pekerjaan hingga mengganggu ketenangan batin.

"Kadang-kadang generasi muda terlalu mencari bahagia di luar dirinya. Padahal kebahagiaan itu justru akan muncul ketika kita memahami diri sendiri dan proses yang kita jalani," kayanya.

Upaya membangun bangsa beradab, kata dia, tidak bisa dilakukan secara instan sehingga mengajak masyarakat untuk mulai mendidik diri, keluarga, dan lingkungan sekitar agar terbiasa dengan nilai etika dan integritas.

"Kalau jalan yang mudah itu justru membawa kita pada kehancuran. Jalan yang mendaki, yang penuh kebaikan, itulah yang akan membawa kita pada keberhasilan," katanya.

Kegiatan tersebut menjadi sesi pamungkas dari rangkaian serial bedah buku yang sejak awal, untuk memperluas cara pandang tentang pembangunan ekonomi yang lebih manusiawi.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026