
Kemenkum hadir di HUT Ke-80 Provinsi Jateng, bentuk sinergi dan dukungan

Semarang (ANTARA) - Kementerian Hukum Jateng dalam peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Tengah menunjukkan sinergi serta wujud dukungan terhadap visi pembangunan provinsi sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dan mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju dan berdaya saing.
Pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada Selasa (19/8), Kemenkum Jateng ikut serta. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Tjasdirin hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Heni Susila Wardoyo.
Upacara dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi. Hadir pula Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, Sekretaris Daerah Provinsi Sumarno, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar.
Dalam amanatnya, Gubernur memaparkan capaian pembangunan Jawa Tengah semester I tahun 2025 yang menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat naik dari 4,96% pada triwulan I menjadi 5,28% pada triwulan II, dengan pertumbuhan kuartalan mencapai 6,45%. Realisasi investasi juga meningkat signifikan hingga mencapai Rp45,58 triliun, ini yang tertinggi di Pulau Jawa.
Selain itu, serapan tenaga kerja tumbuh menjadi 222 ribu orang, menjadikan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa. Angka kemiskinan pun menurun dari 9,58% menjadi 9,48%, meskipun inflasi naik dari 0,75% menjadi 2,20% sehingga tetap menjadi tantangan pemerintah.
Gubernur Ahmad Lutfi menyampaikan optimistis atas capaian tersebut. “Capaian semester pertama ini cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan angka kemiskinan menurun,” ujarnya.
Namun demikian, Gubernur juga mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. “Kita masih harus menjaga inflasi agar tetap terkendali,” tegasnya.
Selain itu, realisasi belanja APBD perlu dipercepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen untuk bersinergi membangun Jawa Tengah.
“Dengan semangat Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, saya mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk bergandengan tangan demi mewujudkan Jawa Tengah yang sejahtera, berkeadilan, dan berdaya saing,” ujar dia.
Sejumlah program prioritas juga menjadi perhatian, di antaranya penurunan tarif BRT Trans Jateng menjadi Rp1.000 untuk pelajar, buruh, veteran, lansia, dan disabilitas; pemberian insentif guru keagamaan dengan total anggaran Rp92 miliar; program beasiswa luar negeri ke Korea Selatan untuk 100 mahasiswa; peluncuran program desalinasi air pertama di Pekalongan; serta pengajuan tembang “Lir Ilir” sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Pewarta: Rilis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
