
UKMPR Unsoed sosialisasikan masalah gizi ke kader Posyandu Muntang

Edukasi gizi ini sangat penting karena peran kader tidak sekadar sebagai relawan
Purbalingga (ANTARA) - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyosialisasi masalah gizi kepada kader Posyandu Desa Muntang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Sosialisasi dengan tema "Gizi Seimbang dan Isi Piringku" yang digelar di Balai Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jumat (8/8), merupakan lanjutan rangkaian kegiatan Kelas Muntang Peduli Keluarga (Peka).
Kegiatan ini diikuti 12 orang tim pelaksana, 5 pendamping UKMPR, Presiden UKMPR sebagai perwakilan Ormawa, serta 19 kader posyandu. Kepala Desa Muntang Arif Budiarto SPt turut hadir bersama narasumber Annisa Rahma Fadhila SGz yang merupakan Edukator Gizi Masyarakat sekaligus Co-founder @perjalananberwarna.
Dalam sambutannya, Kades Muntang Arif Budiarto mengapresiasi konsistensi mahasiswa mengadakan program peningkatan kapasitas kader.
Baca juga: Pakar hukum: Aturan royalti perlu diperjelas dengan regulasi tegas
“Edukasi gizi ini sangat penting karena peran kader tidak sekadar sebagai relawan, tetapi garda terdepan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara saat menyampaikan materi, Edukator Gizi Masyarakat Annisa Rahma Fadhila memaparkan prinsip empat pilar gizi seimbang sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014, yaitu keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), aktivitas fisik, serta pemantauan berat badan secara rutin.
Selain itu, peserta juga dibekali 10 pesan gizi seimbang dan panduan praktis “Isi Piringku” sebagai acuan proporsi makanan sehat sehari-hari.
Annisa menekankan pentingnya memilih bahan pangan bergizi, membatasi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak sayur dan buah.
"Istilah ‘4 Sehat 5 Sempurna’ sudah tidak relevan. Kalau belum bisa makan buah, tambahkan saja porsi sayur. Susu tidak wajib, sesuaikan dengan kondisi anak. Kuncinya adalah konsistensi," jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi kelompok terpumpun yang membahas menu lokal berbasis “Isi Piringku” dengan dua hidangan utama dan dua makanan penutup. Setiap kelompok mempresentasikan menu hasil diskusi untuk ditinjau narasumber.
Acara ditutup dengan dokumentasi bersama dan penyerahan apresiasi kepada pemateri. Diharapkan kader posyandu dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan menekan angka stunting di Desa Muntang.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed-kader posyandu bersinergi cegah stunting di Desa Muntang
Baca juga: Mengenal penyakit kelenjar gondok yang banyak di masyarakat
Pewarta: KSM
Editor:
Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
