
Mengenal penyakit kelenjar gondok yang banyak di masyarakat

Tanda-tanda yang bisa dijumpai dapat berupa tremor jari tangan, mata menonjol, pembesaran kelenjar gondok,
Pembesaran kelenjar gondok atau benjolan ini yang sering menyebabkan seseorang harus berobat ke dokter. Adakalanya benjolan ini hanya kecil saja di satu sisi atau adakalanya benjolan ini membesar sehingga tidak menutup kemungkinan mengganggu saat orang tersebut menelan makanan.
Kelainan berdasarkan fungsional bisa ditengarai dengan adanya gejala-gejala yang muncul dan dirasakan oleh pasien. Kelainan tersebut bisa berupa kelebihan produksi hormon atau dikenal sebagai hipertiroid. Selain itu juga dikenal sebagai hipotiroid atau kekurangan produksi hormon tiroid.
Kelainan kelenjar gondok ini adakalanya gabungan kelainan anatomis dan kelainan fungsional (misal benjolan di leher dan hipertiroid), adakalanya juga hanya kelainan anatomis (bentuk) tetapi tidak disertai kelainan fungsional (misal gondok endemik). Kelainan yang banyak di masyarakat diantaranya adalah kelainan fungsional tanpa disertai kelainan anatomis yaitu hipertiroid.
Gejala-gejala hipertiroid atau kelebihan produksi hormon tiroid terjadi akibat kelenjar tiroid terlalu aktif melepaskan hormon tiroid ke dalam aliran darah. Kebanyakan hipertiroid ini disebabkan oleh penyakit Graves (80 persen kasus). Penyakit Graves ini disebabkan oleh karena proses autoimun. Auto artinya sendiri, imun artinya kekebalan jadi autoimun maksudnya adalah reaksi kekebalan dalam tubuh seseorang yang menolak atau melawan tubuhnya sendiri. Kondisi hipertiroid ini memberikan gejala-gejala (subyektif) dan tanda-tanda (obyektif) yang bisa diamati oleh dokter atau tenaga kesehatan lain.
Keluhan atau gejala seseorang yang mengalami hipertiroid dapat berupa rasa cemas, gugup, mudah tersinggung, sulit tidur, tidak tahan panas, berkeringat banyak, cepat lelah, otot lemah terutama lengan atas dan tungkai atas, menjadi pelupa, berat badan menurun dengan cepat walaupun banyak makan, sering buang air besar bahkan sampai diare, jari tangan gemetaran (tremor), menstruasi jarang bahkan tidak datang sama sekali, rambut tipis dan mudah rontok.
Tanda-tanda yang bisa dijumpai dapat berupa tremor jari tangan, mata menonjol, pembesaran kelenjar gondok, refleks otot meningkat, tekanan darah bisa meningkat, denyut jantung cepat bahkan tidak teratur, pada kasus yang berat didapatkan komplikasi gagal jantung, kulit yang lembap dan hangat, otot-otot yang lemah, terdengar suara aliran darah yang keras di kelenjar gondoknya.
Apabila mendapatkan gejala-gejala dan tanda-tanda seperti di atas maka sebaiknya segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuan pengobatan penyakit agar segera menemukan penyebab penyakit ini dan mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin akan terjadi.
*) Pugud Samodro, Dosen Dept Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto/RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto
Baca juga: Pakar Unsoed: Tujuan pengibaran bendera selain Merah Putih harus jelas
Baca juga: Warek III Unsoed terima penghargaan Tokoh Pamomong Jawa Tengah
Baca juga: Pakar hukum Unsoed harapkan RUU KUHAP perkuat sistem peradilan dan HAM
Oleh Pugud Samodro *)
COPYRIGHT © ANTARA 2026
