Logo Header Antaranews Jateng

Wakil wali kota sebut inovasi ASN komitmen transformasi birokrasi

Rabu, 6 Agustus 2025 11:04 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso berbicara pada Rakor Ketahanan Pangan Tingkat Kota Magelang Tahun 2025 dan Peluncuran Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V di Aula IKM Center Kota Magelang, Selasa (5/8/2025). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso menyebut berbagai inovasi dilakukan aparatur sipil negara (ASN) pemerintah kota setempat menjadi wujud nyata komitmen ASN mendorong transformasi birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil.

"Saya berharap, inovasi ini tidak berhenti di atas kertas atau berakhir setelah pelatihan. Ini harus menjadi awal dari budaya 'continuous improvement' (perbaikan berkelanjutan) dalam tubuh organisasi pemerintahan," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu pada Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Tingkat Kota Magelang Tahun 2025 dan Peluncuran Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V di Aula IKM Center Kota Magelang, Selasa (5/8).

Kegiatan ini dihadiri, antara lain Ketua TP PKK Kota Magelang Nanik Yunianti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari, Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil, dan jajaran organisasi perangkat daerah. Para peserta kegiatan terdiri atas pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

Selain membahas strategi ketahanan pangan, kegiatan juga ditandai dengan peluncuran tiga inovasi aksi perubahan kinerja organisasi yang diinisiasi peserta PKA Angkatan V Kota Magelang, yakni SIMPANAN OPA (Sistem Informasi Pangan Aman Kota Magelang) sebagai karya inovasi Windoatmoko (Kepala Bidang Ketahanan Pangan Disperpa Kota Magelang) yang menghadirkan basis data digital untuk informasi keamanan pangan yang mudah diakses masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran dan kontribusi aktif masyarakat serta optimalisasi pengawasan pangan di Kota Magelang.

Selain itu, SI-PERKIM (Sistem Informasi Kawasan Permukiman), sebagai karya inovasi Heri Wasono (Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Kota Magelang), untuk pengelolaan data infrastruktur kawasan permukiman. Aplikasi ini mendukung efektivitas tata kelola data perencanaan kawasan secara lebih efisien dan akurat.

Selain itu, IKI-IKM (Inovasi Klinik Inkubasi IKM Center), karya inovasi gagasan Hety Kusumawati (Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Magelang), berupa klinik inkubasi sebagai fasilitas pendampingan bagi industri kecil dan menengah. Inovasi ini fokus pada solusi permasalahan produksi, keuangan, pemasaran, dan SDM agar IKM tumbuh dan berkembang.

Ia menjelaskan kegiatan ini menjadi kesempatan penting memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menunjukkan komitmen ASN sebagai agen perubahan birokrasi.

Dengan sinergi kebijakan dan semangat perubahan, Pemkot Magelang optimistis dapat membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Ia mengatakan isu ketahanan pangan persoalan kompleks yang berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat, stabilitas sosial, serta ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan global.

"Ketahanan pangan bukanlah isu yang berdiri sendiri. Koordinasi lintas sektor dan konsistensi kebijakan menjadi kunci utama. Kita tidak hanya bicara produksi dan distribusi, tetapi juga keberlanjutan, keterjangkauan, dan keamanan pangan bagi seluruh warga Kota Magelang," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026