Logo Header Antaranews Jateng

Banyumas berdayakan ekonomi masyarakat melalui pelatihan usaha kuliner

Selasa, 22 Juli 2025 16:27 WIB
Image Print
Peserta pelatihan usaha kuliner mengikuti praktik pembuatan aneka roti dan kue di Workshop Tata Laksana Rumah Tangga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/7/2025). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas

Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berupaya memberdayakan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pelatihan usaha kuliner berupa pembuatan aneka kue dan roti.

"Pelatihan yang berlangsung di Workshop Tata Laksana Rumah Tangga UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyumas pada 9-24 Juli ini diikuti 20 peserta dari delapan kecamatan, yakni Ajibarang, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, Purwokerto Timur, Purwokerto Barat, dan Purwokerto Selatan," kata Kepala Dinnakerkop UKM Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Selasa.

Ia mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan wirausahawan baru dan memperluas peluang kerja di sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner.

Dengan bekal keterampilan tersebut, kata dia, para peserta diharapkan mampu membuka usaha sendiri atau bekerja di industri bakteri.

"Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat," katanya.

Wahyu mengatakan melalui pelatihan intensif tersebut, peserta tidak hanya belajar teknik pembuatan kue dan roti, juga didorong untuk mengembangkan inovasi produk serta strategi pemasaran, sehingga mampu bersaing di pasar lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Penempatan Kerja dan Transmigrasi (P3K2T) Dinakerkop UKM Kabupaten Banyumas Maya Yuliani Makudi menjelaskan pelatihan tersebut berlangsung selama 12 hari, termasuk satu hari khusus untuk uji kompetensi.

"Materi pelatihan mencakup aspek teknis seperti prosedur pengolahan pangan yang baik, sanitasi, keselamatan kerja, hingga pengembangan produk dan soft skill (keterampilan ringan) yang penting bagi calon pelaku usaha," katanya menjelaskan.

Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, kata dia, seluruh peserta menjalani uji kompetensi yang digelar Dinnakerkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia.

Menurut dia, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi akan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Dengan sertifikasi ini, kemampuan peserta diakui secara profesional, sehingga bisa menjadi daya saing saat melamar pekerjaan atau mendirikan usaha mandiri," katanya

Dia mengatakan program pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Dinakerkop UKM untuk menciptakan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal berbasis komunitas.

"Harapannya, lulusan pelatihan ini mampu menjadi agen perubahan ekonomi di lingkungannya masing-masing," kata Maya.

Baca juga: Dewisnu Banyumas ajak UMKM kuliner raih sertifikat halal



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026