
Ledakan Bom Lukai 22 Demonstran Anti AS

"Para demonstran terluka dalam ledakan bom yang ditargetkan pada aksi protes terhadap campur tangan Amerika Serikat dalam urusan restrukturisasi internal tentara Yaman," kata pernyataan yang dipasang di situs kelompok gerilyawan, mengacu pada kesepakatan peralihan kekuasaan yang diperantarai oleh negara-negara tetangga Teluk dan didukung Amerika Serikat.
Para gerilyawan Syiah yang dipimpin oleh Abdulmalik al-Houthi dan berbasis di Saada menentang kesepakatan penyelesaian politik yang melantik Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dengan konsensus dan mengakhiri hampir satu tahun protes terhadap mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.
"Amerika Serikat berada di belakang serangan itu," kata pernyataan tersebut tanpa menjelaskan rincian lebih lanjut.
Para gerilyawan yang dipimpin Houthi telah terlibat dalam konflik sektarian yang parah selama beberapa bulan dengan fundamentalis Sunni di Saada dan propinsi tetangga Hajja serta al-Jouf, yang menewaskan ratusan orang tewas dan memaksa ribuan warga mengungsi dari desa mereka.
Pada 26 Agustus 2010, pemerintah Yaman dan kelompok Syiah menandatangani perjanjian di Qatar untuk memperkokoh gencatan senjata yang rapuh dalam rangka mengakhiri perang yang timbul-tenggelam sejak 2004, tetapi bentrokan gerilyawan dengan suku setempat masih menggoyang wilayah.
Pewarta: -
Editor:
Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
