Logo Header Antaranews Jateng

Wakil Ketua DPRD minta pemda berinovasi tangani lahan kritis

Kamis, 10 Juli 2025 15:27 WIB
Image Print
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah (ANTARA/HO-DPRD Jateng)

Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah daerah melakukan inovasi dalam dalam penanganan lahan kritis.

"Penanganan lahan kritis perlu dilakukan secara berkesinambungan," kata Sarif di Semarang, Kamis.

Menurut dia, penanganan lahan kritis sama pentingnya dengan mitigasi perubahan iklim.

Ia menyebut luasan lahan kritis di Jawa Tengah masih tinggi, sehingga perlu dilakukan penanganan yang berkesinambungan.

BPS mencatat 32.396,48 ha lahan di Jawa Tengah pada 2024 masuk dalam kategori sangat kritis. Adapun 282.832,98 ha kategori kritis, 719.710,90 ha agak kritis, dan 539.559,62 ha berpotensi kritis.

Ia menuturkan luasan lahan kritis cukup merata di berbagai wilayah.

Lahan kritis, lanjut dia, dapat menyebabkan terganggunya fungsi lahan sebagai media pengatur tata air, perlindungan banjir dan atau sedimentasi di wilayah hilir.

"Lahan kritis mengakibatkan penurunan fungsi konservasi, fungsi produksi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar," kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah (ANTARA/HO-DPRD Jateng)



Menurut dia, lahan kritis jika dibiarkan terus menerus maka luasannya akan bertambah dan menjadi tidak produktif lagi.

Kondisi itu, lanjut dia, bisa memengaruhi kualitas lingkungan, kerugian materi, serta penurunan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena, ia meminta pemerintah harus tanggap atas masalah tersebut dengan membuat program kebun bibit rakyat yang mendorong masyarakat untuk melakukan rehabilitasi serta melakukan pembibitan sendiri di lingkungannya.

"Masyarakat juga bisa difasilitasi untuk mendapatkan bibit secara gratis. Sehingga semangat masyarakat untuk menanam sekaligus menjaga lahan agar tidak kritis, tetap terjaga," katanya.



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026