
Banjir bandang di Pemalang tewaskan satu orang

Pemalang (ANTARA) - Tim gabungan terdiri atas Kepolisian Resor Pemalang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan relawan melakukan evakuasi pada puluhan warga terdampak banjir bandang sungai di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu.
Kepala Polres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana di Pemalang, Sabtu, mengatakan bahwa meluapnya air sungai di wilayah Kecamatan Pulosari dan sejumlah sungai lainnya mengakibatkan 92 warga terdampak harus diungsikan, satu diantaranya ditemukan meninggal dunia karena terseret arus deras sungai Kali Penakir.
"Satu korban meninggal dunia bernama Tanto akibat terbawa derasnya arus air sungai Kali Penakir. Korban ditemukan di bawah jembatan Kali Penakir," katanya.
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (24/1) mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa rumah warga.
Peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi di jalan raya Belik-Purbalingga, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul.
"Seluruh pohon tumbang tersebut telah dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek, BPBD, maupun instansi terkait," katanya.
Ia mengatakan meluapnya air sungai Kali Soso dan Kali Penakir juga mengakibatkan beberapa jembatan rusak, dan beberapa rumah terdampak luapan tergenang banjir.
"Sampai saat ini, jumlah rumah dan jembatan yang rusak, serta kerugian materiil masih dalam pendataan," katanya.
Kapolres Pemalang mengatakan sebanyak 92 warga terdampak luapan sungai di wilayah Desa Penakir telah dievakuasi dan diungsikan ke Kantor Kecamatan Pulosari.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pendirian posko darurat penanganan bencana, serta bekerjasama dalam pembersihan sisa material banjir di lokasi kejadian," katanya.
Ia mengatakan hingga saat petugas kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi kejadian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat di bantaran sungai agar tetap waspada serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
