
Studio Renang buka cabang kedua di Solo Raya fokus pada edukasi keselamatan air

Solo (ANTARA) - Studio Renang membuka cabang kedua di kawasan Solo Raya, tepatnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan fokus pada edukasi keselamatan air.
"Fokus pengajaran kami bukan ke prestasi, tapi lebih fokus sama keterampilan dan keselamatan anak di lingkungan air, karena yang sudah kami ketahui biarpun ini negara banyak sungai dan banyak laut tapi kasus tenggelam masih tinggi," kata Founder Studio Renang Steven Lim pada pembukaan cabang kedua, Senin.
Ia mengatakan sebetulnya kasus tenggelam, baik di usia anak-anak maupun dewasa dapat diantisipasi jika orang tersebut memiliki keterampilan di air.
"Saya lama di Singapura, banyak orang tua anak dan sekolah menyelenggarakan program sistematis, jadi usia 5 tahun anak harus bisa, atau usia 7 tahun harus bisa berenang. Dengan begitu kasus tenggelam di sana sangat rendah," katanya.
Ia mengatakan hal tersebut belum terjadi di Indonesia. Menurut dia, masih banyak pola pikir di mana kasus tenggelam merupakan musibah yang tidak bisa dihindarkan, padahal hal tersebut bisa diantisipasi.
"Langkah antisipasinya banyak. Kami pusatkan pengajaran ke skill anak," katanya.
Bahkan, dikatakannya, keterampilan berenang bisa diajarkan mulai dari bayi usia enam bulan sampai dengan dewasa. Untuk tahun ini, pihaknya juga meluncurkan program terbaru untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan lansia dengan usia di atas 50 tahun.
"Kami lihat lansia jaman sekarang, mereka lebih aware pada kesehatan. Kami juga menyediakan fasilitas kolam air hangat, kami tidak pakai kaporit. Kami pakai garam untuk membersihkan kuman, jadi lebih aman ketika tidak sengaja terminum," katanya.
Sementara itu, untuk anak berkebutuhan khusus dan lansia, ada dua program yang disiapkan, yakni special needs adaptive program (SNAP) dan water immersion for senior health (WISH). Ia mengatakan untuk SNAP merupakan program renang adaptif yang difokuskan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus, seperti autism spectrum disorder, down syndrome, dan kondisi neurodivergent lainnya.
"Dengan pendekatan personal, pelatih bersertifikat, dan kurikulum yang disesuaikan, SNAP bertujuan untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan motorik, serta rasa aman anak-anak di dalam air," katanya.
Sedangkan WISH dikhususkan bagi para lansia yang ingin menjaga kebugaran, mengurangi nyeri sendi, dan meningkatkan kualitas hidup melalui terapi gerak di air. Program ini memberikan aktivitas ringan di air dengan pengawasan tenaga profesional, menjadikannya pilihan tepat bagi para senior yang ingin tetap aktif tanpa membebani tubuh.
"Kami percaya bahwa akses terhadap manfaat air harus inklusif. Melalui SNAP dan WISH, kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan ramah bagi semua usia dan kondisi," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
