
Pemkot Pekalongan edukasi masyarakat dari bahaya nikotin

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah memberikan edukasi masyarakat dari bahaya nikotin, karena kandungan zat adiktif ini berisiko menimbulkan berbagai penyakit kronis, seperti kanker paru, jantung, hingga hipertensi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa perlunya adanya edukasi dini bagi masyarakat untuk menyelamatkan generasi dari ketergantungan merokok.
"Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya nikotin. Banyak yang belum mengetahui bahwa produk tembakau modern seperti vape justru mengandung campuran nikotin dan bahan kimia lainnya yang tidak kalah berbahaya dibandingkan rokok batangan," katanya.
Menurut dia, nikotin kini menjadi ancaman kesehatan serius yang tidak hanya datang dari rokok batangan saja melainkan juga dari rokok elektrik atau vape yang kian marak di tengah masyarakat.
"Dulu orang hanya mengenal rokok biasa, namun sekarang rokok elektrik hadir dengan berbagai rasa dan kemasan yang menarik membuatnya tampak tidak berbahaya, padahal justru lebih berisiko karena kandungan kimianya," katanya.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pengendalian Penyakit, Dita Rasnasuri mengatakan edukasi ancaman bahaya nikotin ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
"Bukan hanya sebagai aksi simpatik saja, kegiatan ini bertujuan menyampaikan pesan kesehatan secara langsung kepada masyarakat mulai dari anak muda hingga lanjut usia tentang dampak nikotin bagi tubuh manusia," katanya.
Kegiatan edukasi ini dilakukan melalui pembagian stiker informasi, pembentangan spanduk bahaya nikotin, hingga dialog langsung di titik-titik keramaian, seperti Simpang Lima Pekalongan, Alun-Alun, Lapangan Mataram, dan Taman Nursery Kuripan Lor.
"Kami ingin menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan nikotin. Ini penting demi masa depan Indonesia Emas 2045, sehingga edukasi harus dimulai dari sekarang sebelum mereka terpapar," katanya.
Baca juga: Pengamat: Potensi produk tembakau selain rokok cukup besar
Pewarta : Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
