Logo Header Antaranews Jateng

Jelang Lebaran, Pemkot Surakarta awasi keamanan pangan

Jumat, 7 April 2023 08:13 WIB
Image Print
Peninjauan pangan di Terminal Tirtonadi Solo, Jateng, Kamis (6/4/2023). ANTARA/Aris Wasita
kami sarankan untuk segera ditarik dari peredaran

Solo, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, mengawasi keamanan pangan dan obat di sejumlah lokasi saat Ramadhan hingga menjelang Lebaran 2023.

Kepala Bidang Penyediaan Fasilitas Kesehatan dan Kefarmasian Dinas Kesehatan Kota Surakarta Anom Yuliansyah di sela peninjauan di Solo, Jateng, Kamis mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Surakarta untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan makanan yang aman selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menyasar sejumlah lokasi di antaranya produsen makanan, toko, pasar, hingga lingkungan.

"Sasarannya kami pantau sarana penyimpangan pangan, pemeriksaan kemasan pangan, izin edar, tanggal kedaluwarsa, hingga pemeriksaan mutu dan kualitas pangan," katanya.

Ia mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut untuk menjamin keamanan pangan yang akan beredar di masyarakat.

Baca juga: Dinkes Batang pantau keamanan pangan di pasar

Anom mengatakan pengawasan keamanan pangan di antaranya dilakukan di Pasar Gede, Pasar Legi, Luwes Loji Wetan, dan Luwes Mojosongo. Menurut dia, dalam tinjauan tersebut ditemukan beberapa barang yang sudah tidak layak edar.

"Ada berbagai faktor di antaranya lewat tanggal kedaluwarsa, kemasan yang sobek, tidak adanya keterangan expired, hingga beberapa makanan kaleng yang sudah penyok," katanya.

Sebagai tindak lanjut temuan barang yang kedaluwarsa dan tidak memenuhi syarat, pihaknya akan diberikan teguran secara administratif terhadap toko yang menjualnya.

"Selanjutnya, kami sarankan untuk segera ditarik dari peredaran," katanya.

Sementara itu, sidak juga dilakukan terhadap 160 kios pedagang makanan yang ada di Terminal Tirtonadi Solo.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi Bandiyono mengaku sangat mendukung adanya sidak, apalagi makanan dan minuman cepat saji kedaluwarsa yang diedarkan dapat merugikan kesehatan masyarakat.

"Kalau secara internal kami selalu melakukan pembinaan dan pemantauan makanan, melalui paguyuban pedagang kios dan kantin. Hal ini kami lakukan secara berkala," katanya.

Baca juga: BBPOM Semarang periksa makanan yang dijual di pasar tradisional
Baca juga: BPOM berikan penyuluhan keamanan pangan terhadap PKL sekolah di Kudus
Baca juga: Pemprov Jawa Tengah gandeng BBPOM gelar edukasi pangan aman di pesantren



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026