Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Banyumas memperkuat sinergi program terpadu keamanan pangan

Rabu, 8 April 2026 13:14 WIB
Image Print
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti dan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas Gidion menunjukkan naskah Komitmen Bersama Program Keterpaduan Keamanan Pangan yang baru ditandatangani di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) memperkuat sinergi lintas sektor dalam program terpadu keamanan pangan guna menjamin masyarakat memperoleh pangan yang aman dan layak konsumsi.

Saat membuka Forum Advokasi Program Keterpaduan Keamanan Pangan di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Rabu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang efektif dan berkelanjutan.

"Pangan yang aman dan bermutu merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak setiap masyarakat, sehingga harus dibangun secara komprehensif mulai dari individu, keluarga hingga masyarakat," katanya.

Dia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui intervensi berbasis komunitas di desa, pasar, dan sekolah guna membentuk budaya keamanan pangan, tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan kemandirian.

Dia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap pangan tidak aman, terutama jajanan anak sekolah yang berisiko mengandung bahan berbahaya.

"Anak-anak merupakan kelompok rentan yang perlu perlindungan lebih, termasuk pengawasan jajanan di lingkungan sekolah," katanya.

Terkait dengan hal itu, Wabup mengajak pemerintah desa mengintegrasikan program keamanan pangan dengan program pembangunan seperti desa wisata, desa siaga, dan pemberdayaan ekonomi, serta mendorong pengelola pasar meningkatkan kualitas pengelolaan agar memenuhi kriteria pasar sehat.

Sementara itu, Kepala Balai POM Banyumas Gidion mengatakan keamanan pangan merupakan aspek mutlak karena pangan menjadi kebutuhan dasar manusia.

Menurut dia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan Program Keterpaduan Keamanan Pangan 2026 yang mencakup tiga pilar utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.

"Pangan yang aman merupakan fondasi kesehatan masyarakat, sehingga pengawasan harus dilakukan secara terpadu," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Program Desa Pangan Aman bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa melalui pembentukan kader keamanan pangan yang bertugas melakukan sosialisasi dan edukasi.

Adapun Program Pasar Pangan Aman difokuskan pada penguatan peran pedagang dan pengelola pasar melalui edukasi, pengawasan terpadu, serta pembentukan komunitas peduli pangan aman.

"Pasar tradisional masih menghadapi tantangan kebersihan dan potensi bahan berbahaya sehingga perlu penanganan bersama," katanya menjelaskan.

Sementara, Program PJAS Aman, kata dia, diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penyediaan jajanan sehat melalui edukasi kepada guru, siswa, dan orang tua serta pengawasan kantin.

Ditemui di sela kegiatan, Gidion mengatakan forum tersebut merupakan bentuk advokasi kepada pemerintah daerah agar program berjalan efektif dengan intervensi di tiga lokasi utama, yakni desa, pasar, dan sekolah dasar.

Dalam hal ini, di tingkat desa akan dibentuk kader yang mengedukasi masyarakat terkait pemilihan pangan aman, sedangkan di pasar dibentuk komunitas untuk mendorong pedagang menyediakan pangan aman sekaligus mengedukasi konsumen.

"Jika satu pasar sudah baik, diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar lain," katanya.

Sementara, di sekolah, kata dia, program tersebut melibatkan guru, siswa, dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran terhadap jajanan aman karena anak-anak rentan terhadap pangan tidak higienis.

Ia mengatakan program tersebut juga mendukung kebijakan makanan bergizi gratis agar aspek keamanan pangan berjalan seiring dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Gidion mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung program tersebut guna mewujudkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Alur pelayanan kesehatan menggunakan JKN kini makin mudah



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026