Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab: SMA Soteria Mahardika mendukung Banyumas sebagai kota pendidikan

Sabtu, 30 Mei 2026 12:53 WIB
Image Print
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Junaidi (tengah) berbincang dengan Direktur Eksekutif Nusa Widyantara Indonesia (NWI) Dwi Agus Yuliantoro (kiri) dan Ketua Tim Kerja Kesetaraan Pendidikan dan Wajib Belajar Direktorat SMA Kemendikdasmen Irfan Harry Prasetiya (kanan) saat meninjau salah satu ruang kelas di SMA Soteria Mahardika, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menilai kehadiran SMA Soteria Mahardika di Baturraden mendukung upaya mewujudkan Banyumas sebagai kota pendidikan melalui konsep pembelajaran interkultural yang dikembangkan sekolah tersebut.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Junaidi pada Peluncuran SMA Soteria Mahardika di Baturraden, Sabtu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi jajaran Yayasan Soteria Mahardika serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga sekolah tersebut dapat berdiri dan diresmikan.

“Kehadiran sekolah ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Ia mengatakan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, serta memiliki kecakapan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Di sela acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyumas Junaidi mengatakan Banyumas menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah seiring visi menjadikan daerah ini sebagai kota pendidikan dan pariwisata.

Menurut dia, hadirnya SMA Soteria Mahardika melengkapi berbagai program pendidikan yang sedang dikembangkan pemerintah daerah, termasuk Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu dan sekolah terintegrasi yang direncanakan melayani jenjang SD hingga SMA.

"Setiap sekolah memiliki segmentasi dan karakteristik yang berbeda. SMA Soteria Mahardika memiliki kekhasan tersendiri, termasuk fasilitas yang mendukung kolaborasi guru dan inovasi pembelajaran," katanya.

Ia menegaskan pendidikan harus mampu membangun etika, budaya, empati, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong selain capaian akademik.

Sementara itu, Konsultan Pendidikan SMA Soteria Mahardika yang juga Direktur Eksekutif Nusa Widyantara Indonesia (NWI) Dwi Agus Yuliantoro mengatakan sekolah tersebut telah memperoleh satu rombongan belajar dan menargetkan tiga rombongan belajar pada tahun ajaran pertama dengan jumlah ideal 25-30 siswa per kelas.

Menurut dia, SMA Soteria Mahardika mengusung konsep sekolah interkultural yang mengintegrasikan keragaman budaya Indonesia dengan perkembangan ilmu pengetahuan global dalam proses pembelajaran.

"Kurikulum dikembangkan dari keragaman yang ada di masyarakat sekaligus mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan pada tingkat lokal hingga internasional," katanya.

Kepala SMA Soteria Mahardika, Tabita Christiana mengatakan pendekatan interkultural yang diterapkan tidak hanya mendorong peserta didik berpikir global, juga memahami identitas diri dan latar belakang budaya masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Kesetaraan Pendidikan dan Wajib Belajar Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Irfan Harry Prasetiya mengatakan dunia pendidikan masih menghadapi tantangan dalam peningkatan capaian belajar dan pembentukan karakter peserta didik.

Ia mengharapkan kehadiran SMA Soteria Mahardika dapat memperkuat kolaborasi antarsekolah di Banyumas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Soteria Mahardika, B Rudy Christinanto mengatakan yayasan yang menaungi sekolah tersebut didirikan pada 2023 untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Purwokerto dan Banyumas.

Menurut dia, konsep sekolah interkultural dipilih karena mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi dalam lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Selain menyediakan program beasiswa, sekolah juga memiliki fasilitas asrama serta program live-in melalui kerja sama dengan masyarakat sekitar bagi siswa yang berasal dari luar daerah.

"Kami ingin membangun kemampuan bersosialisasi dan kemandirian siswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat," katanya.

Ia optimistis SMA Soteria Mahardika dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan berkualitas yang mendukung terwujudnya Banyumas sebagai kota pendidikan.

Baca juga: Dindik pastikan kesiapan pelaksanaan TKA SMP dan SD di Banyumas telah matang



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026