
Bupati Temanggung minta PKK bantu antisipasi kekurangan pangan cegah stunting

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung M. Al Khadziq meminta Tim Penggerak PKK setempat membantu pemerintah daerah mengantisipasi agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan.
"Saat ini masyarakat, khususnya di Kabupaten Temanggung sedang menghadapi masa-masa tidak mudah sebagaimana sering disampaikan Presiden Jokowi bahwa perekonomian dunia saat ini tidak mudah, berada di ambang resesi ekonomi dunia," katanya di Temanggung, Selasa.
Ia menyampaikan hal tersebut pada pelantikan dan pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung dan Ketua Dekranasda Kabupaten Temanggung Eni Maulani Saragih menggantkan Denty Ekapratiwi.
"Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung saya minta untuk betul-betul bisa membina masyarakat, apa pun yang terjadi, krisis apa pun yang terjadi khususnya di Kabupaten Temanggung tidak boleh sampai kekurangan pangan," katanya.
Khadziq menyampaikan masyarakat juga tidak boleh sampai kekurangan energi. Oleh karena itu PKK bersama Pemda Kabupaten Temanggung menggalakkan seluruh masyarakat membangun diri, berbenah diri menghadapi semua situasi yang mungkin terjadi.
Ia berharap kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda yang baru dilantik semoga menjadi motivasi dan energi bagi ketulusan penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Temanggung.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo berharap pelantikan ini semakin memperkuat peran PKK maupun Dekranasda di Kabupaten Temanggung.
Ia menyampaikan angka stunting di Kabupaten Temanggung mengalami penurunan signifikan dari semula 25,75 persen menjadi 20,5 persen tahun 2021.
"Ini di bawah angka nasional, tetapi jangan pernah stel kendo, karena target tahun 2024 itu adalah 14 persen," katanya.
Atikoh menuturkan masih ada dua tahun untuk bersama-sama menekan angka stunting tersebut. Pertama, dari hulu maupun hilirnya, mulai dari anak sekolah diedukasi masalah gizi.
Kemudian melaksanakan program "ojo kawin bocah", untuk menekan angka pernikahan usia anak karena mungkin kesadaran mereka tentang gizi belum baik, kemudian fisiknya juga belum siap secara anatomi maupun biologis, dan emosionalnya juga belum jadi.
"Ketika dievaluasi anak-anak yang stunting itu banyak yang berasal dari ibu yang nikah di usia dini atau anak," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
