
Kemenkop dan UKM lanjutkan pelatihan vokasional penyandang disabilitas di Solo

Solo (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI melanjutkan pelatihan vokasional termin kedua untuk penyandang disabilitas di Kota Solo.
Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI Aufrida Herni Novieta di Solo, Kamis mengatakan penyandang disabilitas memiliki kemampuan khusus yang perlu difasilitasi dan didukung oleh pemangku kebijakan agar terus berkembang.
Menurut dia, fasilitasi hingga pendampingan perlu dilakukan secara terus-menerus agar kreativitas mereka makin berkembang sehingga ke depan dapat mandiri secara ekonomi.
Ia mengatakan pelaku usaha mikro dari kalangan disabilitas berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, menurut dia akibat adanya pandemi ini usaha mereka turut terdampak bersama pelaku usaha lainnya.
"Untuk itu dibutuhkan upaya bersama agar usaha mereka kembali bangkit melalui berbagai strategi seperti peningkatan SDM via pelatihan vokasional, dukungan modal usaha hingga kemudahan perizinan," katanya.
Bahkan, dikatakannya, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong agar lebih banyak penyandang disabilitas yang dapat mengakses, berpartisipasi, dan mendapatkan manfaat dari setiap upaya pembangunan ataupun program-program pemerintah.
Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2019 jumlah penduduk penyandang disabilitas mencapai 8,56 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 21 juta jiwa. Dari total tersebut, jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak 7,57 juta orang.
"Artinya masih banyak penyandang disabilitas yang belum berkesempatan mendapatkan akses kerja yang layak. Hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong mereka berwirausaha agar lebih mandiri," katanya.
Terkait hal itu, ia berharap dengan kegiatan pelatihan vokasional usaha mikro bagi disabilitas di Kota Surakarta menjadi cara untuk maju bersama.
"Harapannya teman-teman dapat meningkatkan kapasitasnya sehingga nanti bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman disabilitas lainnya agar bisa kelola bisnis lebih profesional," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta Wahyu Kristina mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan upaya tersebut selaras dengan misi Pemerintah Kota Surakarta untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Menurut dia, dalam percepatan pemulihan ekonomi di daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah tetapi juga perlu keterlibatan semua pihak termasuk dukungan dari pemerintah pusat. Ia berharap melalui program pelatihan vokasional tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta agar ke depan menjadi wirausahawan yang sukses sehingga bisa membantu pemulihan ekonomi di Kota Surakarta.
Selanjutnya, pendiri Difa Elektra Kota Surakarta Heru Sasongko mengatakan pelatihan vokasional bagi penyandang disabilitas ini mampu menumbuhkan optimisme dan semangat para peserta. Ia mengatakan saat ini masih banyak penyandang disabilitas yang ingin mendapatkan kesempatan yang sama mengikuti program pelatihan serupa demi peningkatan SDM dan jaringan mereka.
"Selama pandemi ini banyak usaha dari penyandang disabilitas yang terpuruk, bahkan sebagian dari mereka merasa minder untuk memulai usaha kembali. Namun dengan adanya pelatihan ini bisa menumbuhkan secercah harapan bahwa peluang untuk bangkit di masa pandemi masih tetap terbuka lebar bagi usaha kecil penyandang disabilitas," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
