Pemerintah Kabupaten Jepara optimistis menuju zona kuning COVID-19

id Pemkab Jepara optimistis, masuk zona kuning COVID 19

Pemerintah Kabupaten Jepara optimistis menuju zona kuning COVID-19

Tes uji cepat (rapid test) terhadap wisatawan yang hendak ke Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, demi mencapai target zona kuning COVID-19. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara optimistis bisa menuju zona kuning karena tingkat kesembuhan penderita virus corona serta persebaran virus juga berhasil dibendung sehingga temuan kasus juga semakin berkurang.

"Agar bisa menjadi zona kuning dari zona oranye, maka kami butuh dukungan masyarakat Jepara untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Bupati Jepara Dian Kristiandi di Jepara, Jumat.

Ketika sejumlah indikator pendukung terpenuhi, terutama temuan kasus dan jumlah yang sembuh, menurut dia, daerah setempat segera menuju zona kuning.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jepara Muh Ali menambahkan bahwa untuk menuju zona kuning ada 15 indikator yang harus dipenuhi.

"Dari 15 indikator tersebut, setelah kami hitung secara epidiomologi setiap sepekan sekali nilainya 3,24. Sedangkan untuk bisa menuju zona kuning nilainya harus 3,241," ujarnya.

Ia memperkirakan dalam bulan ini Kabupaten Jepara sudah bisa menuju zona kuning.


Baca juga: Jumlah santri terkonfirmasi positif COVID-19 di Banyumas bertambah

Bahkan, lanjut dia, berdasarkan data di laman Pemprov Jateng, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Jepara terbaik.

Upaya penelusuran kontak erat penderita COVID-19, kata dia, juga terus ditingkatkan, terutama ketika ada temuan kasus.

"Targetnya, dalam sepekan bisa mencapai 1.275 tes usap tenggorokan (swab) dan realisasinya hampir 80-an persen," ujarnya.

Menurut dia kunci kenaikan tingkat kesembuhan penderita COVID-19, yakni adanya penemuan kasus sejak dini sehingga bisa segera ditangani, sedangkan kontak erat bisa langsung dilacak agar tidak menular ke banyak orang.

Meskipun sudah ada upaya keras dari satgas COVID-19, kata dia, dukungan masyarakat tetap dibutuhkan, terutama kepatuhan mereka dalam menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Berdasarkan laman https://corona.jepara.go.id/ per 15 Oktober 2020, disebutkan total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.861 kasus, sedangkan kasus meninggalnya hanya 8,06 persen atau 150 orang, sembuh sebanyak 1.580 orang atau 84,90 orang dan masih menjalani perawatan sebanyak 131 orang atau 7,04 persen. 

Baca juga: Update COVID-19 di Indonessia: 277.544 sembuh, dan 353.461orang positif
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar