Pemprov Jateng kirim bantuan untuk korban banjir rob di Pantura

id banjir rob pantura,gubernur jawa tengah,BPBD Jateng

Pemprov Jateng kirim bantuan untuk korban banjir rob di Pantura

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo turun langsung mengatur lalu lintas saat terjebak macet di Jalur Pantura akibat banjir rob. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan bantuan untuk para korban banjir rob atau limpasan air laut ke daratan di beberapa kabupaten/kota sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

"Kami sudah mengirim bantuan untuk warga terdampak (banjir rob), khususnya mereka yang terpaksa mengungsi," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis.
 
Ganjar mengungkapkan bupati dan wali kota daerah terdampak juga sudah meminta izin mengeluarkan bantuan untuk diberikan kepada warga terdampak banjir rob dan sudah disalurkan

"Saya sudah izinkan dan saya minta diperhatikan segi kesehatan warga terdampak. Semua yang 'ngungsi', mesti diatur di sana," ujarnya.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana menambahkan pihaknya telah menyalurkan bantuan masing-masing 2.000 karung ke Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.
 
"Bantuan itu sudah disalurkan," kata Sarwa dikonfirmasi melalui telepon.

Baca juga: Warga Pekalongan diimbau waspadai potensi rob maksimum

Selain itu, pihaknya juga menyalurkan paket sembako lengkap untuk warga terdampak.Tiap paket terdiri dari beras, mie instan, ikan kemasan kaleng, dan disalurkan langsung ke warga terdampak, termasuk warga yang terpaksa mengungsi.

BPBD Jateng mencatat rata-rata jumlah pengungsi di tiap kota yang terdampak sekitar 200 jiwa dan para pengungsi biasanya hanya bertahan satu malam saja karena banjir rob itu cepat surut.

Banjir akibat gelombang laut ini terjadi di daerah pesisir utara Jateng meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, serta Kabupaten Demak.

Baca juga: Kapolda salurkan sembako kepada warga terdampak rob di Pekalongan
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar