Aliansi mahasiswa Jepara berkomitmen tidak mudik terkait COVID-19

id Perkumpulan mahasiswa asal Jepara ,jepara,mudik,penyebaran COVID 19

Aliansi mahasiswa Jepara berkomitmen tidak mudik terkait COVID-19

Poster seruan mahasiswa Jepara tidak melakukan mudik saat Idul Fitri (Dokumentasi istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan mahasiswa asal Jepara yang kuliah di Jakarta dan sekitarnya memutuskan untuk tidak mudik dalam upaya menekan angka penyebaran COVID-19 dan mengikuti imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Mempertimbangkan kondisi terakhir pandemi corona dan dalam rangka ikut mencegah potensi penyebaran COVID-19, kami mengajak seluruh mahasiswa Jepara yang sedang kuliah di Jakarta dan sekitarnya untuk tidak mudik tahun ini," kata Wakil Ketua Silaturahmi Mahasiswa Jepara di Jakarta dan Sekitarnya (Simaharaja) Abdullah Hasan dalam rilis yang diterima di Jakarta pada Kamis.

Simaharaja secara rutin sejak 2004 menyelenggarakan mudik gratis yang difasilitasi pemerintah daerah setiap Idul Fitri dan libur panjang perkuliahan, tapi memutuskan untuk tidak melakukannya pada tahun ini.

Keputusan untuk tidak pulang ke kampung halaman itu, menurut Hasan, juga dilakukan mengikuti seruan dari pemerintah pusat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan pemerintah Kabupaten Jepara.

Menurut dia, kebersamaan dalam keluarga tidak harus dilakukan via mudik tapi dengan teknologi saat ini bisa memungkinkan komunikasi di mana saja.

Langkah tidak pulang ke kampung halaman itu juga dilakukan sebagai bentuk komitmen semua pihak untuk mencegah penyebaran lebih lanjut wabah itu.

“Kalau kita cinta sama keluarga, jangan pulang karena bisa jadi kita secara tidak sadar membawa virus ke kampung halaman. Selama libur panjang perkuliahan Simaharaja akan terus memantau mahasiswa Jepara di Jabodetabek agar tetap dalam kondisi sehat”, tegasnya.

Jika memang ada yang sangat terpaksa melakukan mudik, dia meminta agar para mahasiswa tersebut untuk mengikuti protokol kesehatan terkait COVID-19 yaitu melapor ke desa, memeriksakan kesehatan dan mengisolasi diri selama 14 hari.

Sementara itu, salah satu pendiri Simaharaja bernama Syamsuddin sudah membuka rumahnya di Tangerang Selatan sebagai pusat krisis mahasiswa asal Jeparan selama pandemi penyakit yang disebabkan virus corona baru itu berlangsung.

Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh mahasiswa asal Jepara yang berkuliah di Jakarta dan sekitarnya kebutuhannya tercukupi selama libur panjang.

Baca juga: PDP COVID asal Jepara dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus meninggal dunia
Baca juga: Presiden minta jajaran pemerintah siapkan skenario mudik komprehensif
Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, Pemerintah imbau warga tidak mudik

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar