Warga Jatisrono senang sambut Presiden Jokowi

id Presiden, Jatisrono, pemanfaatan lahan kritis

Warga Jatisrono senang sambut Presiden Jokowi

Giyanti memperlihatkan bingkisan batik dari Presiden Joko Widodo. ANTARA/Aris Wasita

Saya tadi foto sama Pak Presiden, terus dapat ini juga
Wonogiri (ANTARA) - Warga Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah senang menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka penanaman sejumlah varietas tanaman di daerah tersebut.

"Saya tadi foto sama Pak Presiden, terus dapat ini juga," kata salah satu warga Giyatmi sambil menunjukkan bingkisan kain batik bersampul kuning di Wonogiri, Sabtu.

Warga RT 09/RW 02 ini mengaku baru pertama kali desa tersebut dikunjungi oleh Presiden.

"Terima kasih sekali buat Pak Presiden, Bu Iriana yang sudah berkunjung ke sini. Saya tadi juga sempat salaman, ramah sekali orangnya," katanya.

Baca juga: Jokowi sambangi Wonogiri ajak masyarakat manfaatkan lahan kritis

Sementara itu, pada kunjungan tersebut Jokowi mengajak masyarakat setempat untuk bersahabat dengan alam sekaligus melakukan rehabilitasi lahan dengan cara melakukan penanaman pohon dengan skema agroforestri yang memadukan penanaman tanaman kehutanan seperti vetiver dengan tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

"Tetapi yang paling penting barang ini, vetiver. Kombinasi antara sengon, vetiver, dan lainnya. Ini di tempat-tempat yang curam, di tempat-tempat yang mudah longsor, di tempat-tempat hulu yang fungsi mengikat tanahnya itu penting, ini yang harus ditanam," katanya.

Ia mengatakan penanaman tersebut diperlukan sebagai upaya pengendalian erosi dan sedimentasi di sekitar daerah aliran sungai, yaitu melalui rehabilitasi hutan dan lahan.

Baca juga: Presiden Jokowi meresmikan Stadion Manahan Solo

"Karena sedimentasi tersebut pada akhirnya dapat memperpendek usia waduk dari yang diperkirakan. Di Provinsi Jawa Tengah ini ada waduk yang namanya Waduk Gajah Mungkur, tetapi setiap tahun 3,2 juta meter kubik sedimen yang masuk ke waduk. Kenapa itu ada? Setiap tahun dikeruk muncul lagi karena hulunya enggak pernah diurus. Ini yang mau kita urus," katanya.

Ia mengatakan vetiver sendiri bekerja layaknya besi kolom bangunan yang masuk menembus lapisan tanah dan pada saat bersamaan menahan partikel tanah dengan akar serabutnya.

Menurut dia, hal tersebut dapat mencegah erosi oleh angin dan air sehingga penanaman tanaman tersebut tengah digalakkan pemerintah beberapa waktu belakangan di daerah-daerah yang rawan mengalami longsor.*

Baca juga: Presiden Jokowi minta masyarakat terima kepulangan WNI setelah observasi di Natuna
Baca juga: Presiden Jokowi lepas elang Jawa dan tanam pulai di Merapi
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar