Cap Go Meh di Magelang dimeriahkan kirab budaya

id kirab budaya, cap go meh, magelang

Cap Go Meh di Magelang dimeriahkan kirab budaya

Kesenian tradisional Dolalak meramaikan kirab budaya perayaan Cap Go Meh di Magelang. ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Kirab budaya kesenian tradisional Jawa dan kesenian Tionghoa mewarnai perayaan Cap Go Meh 2571/2020 di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Yayasan Tri Bhakti Kota Magelang, Paul Chandra Wesiaji di Magelang, Sabtu, mengatakan ada 15 kelompok kesenian termasuk drumband tampil dalam kirab budaya kali ini.

Ia menyebutkan jenis kesenian yang tampil dalam kirab, antara lain liong, barongsai, dolalak, jatilan, topeng ireng, kuda lumping, dan soreng.

Menurut dia sejumlah kelompok kesenian tersebut bukan hanya dari Magelang saja, tetapi juga ada kelompok kesenian dolalak dari Kabupaten Wonosobo dan kuda lumping dari kabupaten Temanggung.

Baca juga: Kirab ritual meriahkan perayaan Cap Go Meh di Kota Pekalongan
Baca juga: Sambut Cap Go Meh, Komunitas Masyarakat Tionghoa jalan pagi ceria


Ia menyampaikan banyak kelompok kesenian yang sengaja tampil dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini sejalan dengan tema "Empat penjuru dunia semua saudara, jadi bersatu untuk kejayaan Indonesia".

"Melalui tema tersebut diharapkan supaya rakyat Indonesia semuanya bisa bersatu. Kalau bersatu Indonesia pasti akan jaya. Termasuk tampilnya kesenian tradisional ini juga menunjukkan persatuan kita membaur menjadi satu," katanya.

Sebelum dilakukan kirab menyusuri sejumlah ruas jalan protokol Kota Magelang, sejumlah barongsai dan liong diberi mantra suci di Kelenteng Liong Hok Bio di yang berada di selatan Alun-Alun Kota Magelang.

Barongsai dan liong merupakan simbol kekuatan atau keperkasaan untuk menyingkirkan kekuatan negatif.

Kirab budaya tersebut menarik perhatian masyarakat, ribuan orang menyaksikan kegiatan tahunan tersebut dari pinggir jalan yang dilalui kirab. Sejumlah warga terlihat memberikan angpao ke barongsai.

Chandra menyampaikan pemberian angpao ke barongsai ini sudah menjadi tradisi ratusan tahun dan mereka percaya dengan memberikan dana tersebut rezekinya akan melimpah.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar