Cuaca mendukung, penyebaran benih tembakau petani lereng Sumbing lebih awal

id Tanam tembakau

Cuaca mendukung, penyebaran benih tembakau petani lereng Sumbing lebih awal

Petani memanen bibit tembakau siap tanam ANTARA FOTO/Saiful Bahri//aww. ANTARA/SAIFUL BAHRI

Temanggung (ANTARA) - Persiapan menanam tembakau petani di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun ini lebih awal, kata Kepala Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Sutopo.

"Persiapan sekarang sudah mulai dengan penyebaran benih, beberapa petani sudah mulai menyebar benih," katanya di Temanggung, Jumat.

Menurut dia, dengan penebaran benih lebih awal ini diharapkan nanti akhir Maret 2020 sudah bisa menanam tembakau.

Baca juga: Dibutuhkan pabrikan, petani Temanggung diimbau tanam tembakau kemloko

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, petani terlambat tanam sehingga ketinggalan dengan waktu gudang industri rokok melakukan pembelian tembakau.

Sutopo menyampaikan kalau tahun lalu petani menanam tembakau di bulan April, tahun ini diperkirakan bulan Maret sudah mualai tanam.

Ia mengatakan melihat cuaca saat ini untuk penyebaran benih tembakau sangat bagus, karena ada hujan kemudian ada panas.

Menurut dia, penyemaian benih tembakau berlangsung sekitar 50-60 hari, kemudian benih dimasukkan ke polybag dan beberapa hari kemudian siap tanam.

Ia menyebutkan varietas tembakau yang ditanam petani lamuk yang dikenal sebagai penghasil tembakau srintil ini bervariasi, yakni kemloko 2, kemloko 4, dan kemloko 5, tergantung kemiringan lahan.

Petani lain, Setyo menuturkan masa tanam tembakau di daerah atas atau di lereng Gunung Sumbing, Sindoro maupun Gunung Prahu biasanya lebih awal, karena umur tanaman tembakau lebih panjang baru bisa dipanen.

Kondisi tersebut, katanya berbeda dengan tanaman tembakau di kawasan bawah atau di daerah persawahan, umurnya relatif lebih pendek.

Baca juga: Petani Sumbing tanam tembakau sistem tumpang sari
Baca juga: Petani diminta pahami iklim sebelum tanam tembakau
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar