Gubernur Jateng: NKRI jangan sampai "ambyar"

id ganjar pranowo

Gubernur Jateng: NKRI jangan sampai

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada acara Pagelaran Seni Budaya Nusantara di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Sabtu (7/9) malam. (Foto:Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak semua lapisan masyarakat agar terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak membiarkan "ambyar" (hancur berantakan, red).

"Malam ini, kita semua berkumpul untuk menjaga persatuan bangsa. Kita tidak mau, bangsa ini 'ambyar', kita tidak boleh membiarkan NKRI 'ambyar', setuju?" seru Ganjar pada acara Pagelaran Seni Budaya Nusantara dengan tema "Merajut Kebhinnekaan" di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (7/9) malam.

Di hadapan ribuan warga yang menghadiri acara dengan bintang tamu penyanyi Campursari Didi Kempot itu, Ganjar mengajak semua elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara saling menghormati serta tidak boleh terpecah belah.

Dengan mengenakan ikat kepala yang biasa dipakai orang Papua, Ganjar mengobarkan semangat masyarakat yang hadir dari berbagai daerah untuk menjaga keutuhan NKRI.

Baca juga: Borong 40 penghargaan, Ganjar tetap tak puas

Menurut Ganjar, Indonesia adalah bangsa besar dan sangat kuat, serta tidak mungkin ada isu-isu yang dapat memecah belah dan mengancam persatuan bangsa.

"Dari sini, dari Jawa Tengah. Kita tunjukkan bahwa bangsa ini kuat, kita tunjukkan pada dunia bahwa kita tidak mau diadu domba. Pokoknya, kita tidak mau kalau NKRI, apa?" tanya Ganjar.

"'Ambyaaar'," jawab para penonton kompak.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan bahwa salah satu cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah dengan menghormati dan menghargai perbedaan, siapapun orangnya, agamanya, maupun sukunya karena semua adalah Indonesia.

"We love Papua, we love Indonesia," teriak Ganjar yang terlihat mengenakan ikat kepala khas orang Papua.

Politikus PDI Perjuangan itu bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Moch Effendi juga meyakinkan jika semua masyarakat yang ada di Provinsi Jawa Tengah akan dijamin keamanannya.

"Siapapun orangnya, apapun agamanya, sukunya, semua akan kami lindungi. Mau dia sekolah, bekerja atau hidup di Jateng. Anda semua jangan khawatir, tidak akan ada yang mengganggu. Kalau ada, laporkan ke kami," tegasnya.

Acara Pagelaran Seni Budaya Nusantara berlangsung semarak, bahkan kehadiran Didi Kempot yang mendapat julukan "Godfather of Broken Heart" itu semakin menambah kemeriahan suasana melalui lagu-lagu yang sedang hits saat ini seperti Banyu Langit dan Pamer Bojo.

Baca juga: Ganjar dorong DPRD Jateng buka kanal pengaduan via medsos
Baca juga: Ganjar siap pakai Esemka untuk mobil dinas
Baca juga: Ganjar apresiasi komitmen Perkindo tak korupsi
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar