
Astrid Widayani ingatkan Gen Z tidak larut dalam tekanan medsos

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengingatkan Generasi (Gen) Z agar tidak larut dalam tekanan media sosial dan tetap menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital.
Saat mengisi materi Remaja Masa Kini: Tantangan, Risiko, dan Harapan dalam kegiatan MES Goes To School: Gaya Hidup Halal Gen-Z di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu, Astrid menilai Gen Z hidup di era serba cepat yang penuh peluang sekaligus risiko.
Tekanan akademik, ekspektasi keluarga, hingga budaya membandingkan diri di media sosial disebut menjadi pemicu stres dan kecemasan pada remaja.
“Remaja sering mengalami kebingungan nilai, konflik dengan orang tua, dan mudah terpengaruh lingkungan. Perbandingan di media sosial juga bisa memicu stres, kecemasan, bahkan depresi,” kata Astrid.
Menurutnya, isu kesehatan mental kini harus dibicarakan secara terbuka. Astrid menegaskan stres tidak selalu berdampak buruk selama mampu dikelola dengan cara yang tepat.
“Stres itu soal bagaimana kita bereaksi. Apakah kita memilih bereaksi secara positif atau negatif, itu yang menentukan arah kehidupan kita,” ujarnya.
Astrid juga mengingatkan Gen Z untuk waspada terhadap perilaku berisiko, mulai dari kenakalan remaja hingga adiksi seperti kecanduan gawai, judi online, dan paparan konten negatif yang dapat merusak masa depan.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi utama generasi muda. Ia mengatakan kreativitas harus sejalan dengan akhlak dan tanggung jawab.
“PR kita bukan hanya soal kreativitas, tetapi bagaimana kreativitas itu dibungkus dengan akhlak, karakter, dan nilai yang dijunjung tinggi,” katanya.
Melalui program MES Goes To School, Pemkot Surakarta bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong gaya hidup halal di kalangan Gen Z, tidak hanya dari sisi konsumsi, tetapi juga pola hidup sehat, keseimbangan mental, dan penguatan spiritual.
Astrid pun mengajak para siswa untuk tetap on the track dengan memilih lingkungan positif, bijak bermedia sosial, serta menjaga mental dan spiritual sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
