Abita Farm, contoh sukses PWMP Polbangtan YoMa

id Polbangtan YoMa, domba, agropreneur

Abita Farm, contoh sukses PWMP Polbangtan YoMa

Budi daya domba oleh Anita Farm (Dok. Polbangtan YoMa)

Magelang (ANTARA) - Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang digagas Kementerian Pertanian sebagai tolok ukur kemampuan mahasiswa Polbangtan dalam berwirausaha, menuntut output untuk menjadi agropreneur andal yang menciptakan job creator, kini berbuah kesuksesan.

Abita Farm merupakan salah satu kelompok yang digagas oleh Agil, Bimo, dan Fatah, alumni Polbangtan YoMa yang baru saja wisuda beberapa waktu lalu, kini menuai kesuksesan.

Tak hanya di lingkungan tempat mereka berternak, keinginan mereka untuk ekspor hasil produksi ternak mereka patut diapresiasi, bahkan oleh Menteri Pertanian pada wisuda 20 Agustus 2019.

Abita Farm melakukan usaha penggemukan domba yang bertempat di desa Pakis, Kabupaten Magelang.

Dengan memperhatikan potensi wilayah yang memadal, permintaan yang tinggi, dan skala usaha yang dapat d1kembangkan, Agil dan kawan-kawan, akhirnya memutuskan untuk usaha penggemukan domba ekor tipis, ekor sedang, dan ekor gemuk.

"Dengan modal sebesar Rp15 juta dari PWMP dan modal kami sendiri, kami membangun kandang berukuran 4x5 meter persegi dengan populasi 29 ekor pada Februari 2018 lalu. Karena permintaan makin banyak, akhirnya kami melakukan pengembangan usaha dengan menambah populasi domba dan membuat kandang lagi di beberapa titik," ujar Agil.

Dengan bertambahnya populasi domba, dan makin banyak permintaan, tiga sekawan ini kewalahan karena di samping melakukan usaha, mereka juga masih kuliah pada saat itu, sehingga mereka melakukan pengembangan usaha dengan mendatangkan investor sistem bagi hasil dengan persentase 60:40.

Sementara itu, semakin bertambahnya domba, Abita Farm membawa banyak manfaat bagi sekitarnya, di antaranya adalah petani lebih mudah mendatangkan pupuk, meningkatkan masyarakat untuk beternak domba yang lebih efisien, berdirinya balai ternak domba dari Baznas, belajar bersama masyarakat tentang budi daya domba, dan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa khususnya Polbangtan YoMa.

"Tak hanya berimbas kepada kehidupan kami dan masyarakat sekitar, kami berharap Abita Farm suatu saat nanti juga turut menyumbangkan peran di bidang peternakan di Indonesia melalui ekspor produk domba sehingga dapat menjangkau masyarakat yang leblh luas,"  kata agil.

Saat ini Abita Farm mampu memelihara 120 ekor dengan masa pemeliharaan 2 bulan. Omset usaha per bulannya Rp 150.000.000. Selain usaha yang dijalankan sendiri, Agil juga membangun kemitraan dengan para petani Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Model dari kemitraan yang dijalankan Agil adalah sebagai penyedia bibit, pakan, dan pemasaran.

Bibit didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah dan Pasuruan, Jawa Timur. Jenis domba yang dipelihara sebagai komoditas adalah domba ekor tipis, domba ekor sedang, dan domba ekor gemuk dengan bobot badan sebagai acuan dalam pemilihan bibit.

Dalam hal pemasaran Agil mempunyai dua metode yaitu pada hari hari biasa domba hasil panen disetor ke Rumah Potong Hewan (RPH) di  Yogyakarta dan Wonosobo, sedangkan pada saat hari Raya Idul Adha Agil bekerja sama dengan Dompet Dhuafa sebagal pemasok domba. (PolbangtanYoMa/Tantyanuar)

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar