PDAM Banyumas optimalkan perbaikan sumber air

id kekeringan

PDAM Banyumas optimalkan perbaikan sumber air

Ilustrasi - Air PDAM (Istimewa) (Istimewa/)

Purwokerto (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Satria Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan perbaikan sumber-sumber air pada musim kemarau ini untuk mengantisipasi gangguan aliran air.

"Sebelumnya kami telah memetakan sumber-sumber air mana saja yang berpotensi terdampak kekeringan, sehingga kami melakukan berbagai perbaikan," kata Direktur Teknik PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas, Wipi Supriyanto di Purwokerto, Rabu.

Dia mengatakan, perbaikan dilakukan guna memastikan tidak ada bocoran dan lain sebagainya."Saat musim kemarau debit air biasanya menurun dengan melakukan perbaikan maka kami meminimalisir bocoran-bocoran yang biasanya menyebabkan debit air makin turun," katanya.

Dia mengatakan, perbaikan dilakukan secara berkala sejak awal musim kemarau bulan Juni yang lalu. "Kemarin ini kami baru selesai melakukan perbaikan di sejumlah sumber-sumber air, antara lain sumber air Kawungcarang, Sirah dan Jipang," katanya.

Kendati terjadi penurunan debit di sejumlah sumber air, kata dia, namun belum menganggu aliran air ke pelanggan. "Penurunan debit air belum mempengaruhi pelayanan saluran air ke pelanggan namun terus kami lakukan pemantauan," katanya.

Sementara itu, PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas kembali mengimbau para pelanggan agar menggunakan tandon guna menyimpan cadangan air guna mengantisipasi gangguan aliran pada saat musim kemarau.
"Kami kembali mengingatkan pentingnya tandon, dan mengimbau pelanggan untuk menggunakan tandon air," kata Wipi.

kekeringan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menginformasikan hingga saat ini sudah ada 23 desa di wilayah setempat yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.

"Jumlah desa terus bertambah, laporan terakhir ada 23 desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono

Poerwanto.riono menjelaskan, 23 desa yang mengalami krisis air adalah Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Desa Nusadadi, Desa Karanggendang dan Desa Selandaka, Desa Bogangin dan Desa Kuntil Kecamatan Sumpiuh, Desa Kediri dan Tamansari, Kecamatan KaranglewasSelain itu, Desa Banjarparakan dan Tipar Kecamatan Rawalo, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul dan Desa Kalitapen, dan Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati.

Selain itu, Desa Jatisaba dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu Kecamatan Tambak.

Selain itu, Desa Sawangan, dan Desa Karangsari Kecamatan Kebasen, Desa Gancang dan Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar dan Desa Klinting, Kecamatan Somagede.

Baca juga: PDAM Banyumas siagakan mobil tanki, antisipasi kekeringan

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar