Bulog Banyumas: Pengadaan gabah PSO capai 1.300 ton

id pengadaan gabah,bulog banyumas

Bulog Banyumas: Pengadaan gabah PSO capai 1.300 ton

Aktivitas bongkar muatan gabah PSO dari truk untuk disimpan di gudang gabah, Kompleks Pergudangan Klahang, Bulog Subdivre Banyumas. (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Realisasi pengadaan gabah kualitas medium sebagai tugas public service obligation (PSO) yang dilaksanakan oleh Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah, telah mencapai kisaran 1.300 ton. 

"Hingga akhir pekan kemarin sudah mencapai kisaran 1.300 ton, kebanyakan gabah. Rata-rata yang masuk ke gudang memang masih di bawah 100 ton per hari," kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan masih rendahnya pengadaan gabah tersebut terjadi karena pihaknya lebih mengutamakan kualitas agar tetap bagus meskipun disimpan dalam waktu lama.

Oleh karena sudah tidak ada penyaluran beras keluarga sejahtera (rastra), kata dia, gabah PSO tersebut disiapkan untuk kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang sebelumnya dikenal dengan sebutan operasi pasar.

Dalam hal ini, gabah PSO ditujukan untuk menambah cadangan pangan nasional khususnya di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, serta untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut di tingkat produsen atau petani.

Lebih lanjut, Sony mengakui pihaknya bersama mitra kerja kesulitan untuk mendapatkan gabah kualitas bagus sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

"Apalagi kemarin banyak tanaman padi yang ambruk karena angin dan hujan, kualitasnya harus memenuhi standar terutama broken dan derajat sosoh. Kalau kadar air sekarang sudah bisa memenuhi standar, cuma broken dan derajat sosohnya yang belum bisa terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan dalam pengadaan gabah PSO, pihaknya menggunakan fleksibilitas harga sebesar 10 persen lebih besar dari harga yang ditetapkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015.

Sony memperkirakan masa panen raya di wilayah eks Keresidenan Banyumas masih akan berlangsung hingga bulan Mei.

"Bahkan, hingga bulan Agustus masih ada yang panen karena masa panennya berkelanjutan. Jadi, petani yang saat sekarang sudah selesai panen, langsung mengolah sawahnya dan menanaminya kembali sehingga hingga datangnya musim kemarau, mereka masih bisa panen," katanya.

Disinggung mengenai stok beras dan gabah PSO di gudang Bulog Banyumas, dia mengatakan hingga saat ini masih tersimpan sekitar 12.000 ton, termasuk pasokan yang baru masuk.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar