Aksi rasis fan Cagliari, Chiellini bela Moise Kean

id Aksi rasis fan Cagliari,Chiellini bela Moise Kean

Aksi rasis fan Cagliari, Chiellini bela Moise Kean

Penyerang Juventus Moise Kean (tengah) mencoba melewati dua pemain Cagliari saat pertandingan Serie A di Sardegna Arena, Cagliari, Italia pada 2 April 2019. (REUTERS/ALBERTO LINGRIA)

Jakarta (ANTARA) - Bek Juventus Giorgio Chiellini mengecam para suporter Cagliari yang melecehkan rekan setimnya Moise Kean secara rasial, saat penyerang berusia 18 tahun itu mengunci kemenangan timnya 2-0 atas Cagliari.

Giorgio Chiellini yakin Moise Kean dapat menjadi simbol era baru bagi sepak bola Italia setelah penyerang remaja itu dilecehkan oleh para suporter Cagliari.

Kean mencetak gol keenam dalam tujuh pertandingan terakhirnya bagi klub dan negara untuk memastikan kemenangan Juve ke-26 di Serie A musim ini dan merayakannya di hadapan pada pendukung tuan rumah.

Baca juga: Moise Kean cetak gol lagi bantu Juventus tundukkan Cagliari

Pemain berusia 19 tahun itu kemudian mengunggah gambar selebrasi ke akun Instagram-nya dengan tulisan: "Cara terbaik untuk merespons rasisme"

Tidak hanya Kean, rekan setimnya Blaise Matuidi tampaknya juga menjadi sasaran aksi rasis lebih lanjut dalam pertandingan tersebut. Melihat kejadian itu pihak tuan rumah membuat pengumuman di Sardegna Arena untuk membuat para penggemar menghentikan perilaku ofensif itu.

Bek tengah Juve Leonardo Bonucci mengklaim bahwa insiden tersebut terjadi karena selebrasi provokatif Kean dan mereka yang tersulut aksi penyerang itu di tribun penonton.

Namun, Chiellini melihat insiden itu dengan sudut pandang berbeda dan hanya membicarakan hal-hal positif tentang Kean.

"Satu-satunya hal yang ingin saya katakan adalah Moise aset bagi sepak bola Italia," katanya kepada saluran televisi Juventus yang dikutip Fox Sport pada Rabu (3/4).

“Ia adalah anak emas dan terus melakukan yang terbaik sebisanya, jadi ia tidak boleh menjadi sasaran tindakan seperti itu.“

"Saya telah melihat kembali foto (selebrasi Kean) karena di lapangan Anda bahkan tidak menyadari apa yang terjadi dan ia tidak melakukan apa pun."

"Satu-satunya hal yang ia lakukan salah malam ini adalah diving, yang tentu saja tidak akan ia lakukan lagi."

"Ia di sini untuk belajar, ia masih berusia 19 tahun, tetapi ia anak yang sangat baik dan tidak pantas menerima penghinaan seperti itu."

Baca juga: Presiden UEFA minta wasit hentikan pertandingan bila ada rasisme

Baca juga: Supporter seluruh dunia dukung upaya melawan rasisme

Baca juga: Kasus rasis kembali terjadi di Liga Italia

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar