Logo Header Antaranews Jateng

Wakil Wali Kota Surakarta tinjau kawasan pemberdayaan UMKM Unjuk Wakul

Jumat, 27 Februari 2026 17:52 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meninjau kawasan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Unjuk Potensi Usaha Kecil Warga Kepatihan Kulon (Unjuk Wakul) di Solo, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2026). ANTARA/HO-Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meninjau kawasan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Unjuk Potensi Usaha Kecil Warga Kepatihan Kulon (Unjuk Wakul) di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana ngabuburit itu menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kampung.

Astrid menyebut inisiatif warga Kepatihan Kulon patut diapresiasi karena mampu memanfaatkan lahan sempit menjadi ruang produktif yang tertata dan bernilai ekonomi. Kawasan tersebut kini hidup dengan beragam produk kuliner dan kerajinan hasil kreativitas warga.

“Ini contoh pemanfaatan ruang yang efektif. Lahan terbatas bisa dihidupkan menjadi pusat ekonomi warga. Tinggal kita kuatkan dari sisi kualitas dan legalitasnya,” kata Astrid.

Dalam kunjungan itu, Astrid juga didampingi pendeta dari Gereja El Shaddai Solo Obaja Tanto Setiawan. Kehadiran tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol keharmonisan warga Kepatihan Kulon yang tetap guyub di tengah Ramadan dan masa Pra-Paskah.

Astrid menegaskan predikat Solo sebagai kota toleran harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari.

“Solo Kota Toleran bukan sekadar slogan. Harmonisasi itu harus kita hadirkan dalam kebersamaan dan kegiatan nyata seperti ini,” ujarnya.

Pendeta Obaja menilai keberadaan pasar rakyat tersebut menjadi bukti kerukunan dan kesatuan warga lintas keyakinan.

“Saya rasa sangat baik sekali yang diadakan ini. Terlihat ada kerukunan dan kesatuan yang bisa menjadi modal kemajuan bersama,” katanya.

Selain menyoroti keharmonisan, Astrid memastikan Pemkot akan menindaklanjuti penguatan UMKM Unjuk Wakul.

Pendampingan legalitas seperti sertifikasi PIRT dan halal akan difasilitasi untuk menjamin keamanan pangan. Pelaku usaha juga didorong memanfaatkan UMKM Center dan Rumah Kemasan guna memperkuat branding serta tampilan produk.

“Kami mengajak pelaku usaha memanfaatkan program pemkot. Yang belum punya branding segera dibuatkan logo dan kemasan. Yang paling penting juga legalitasnya harus lengkap,” tegasnya.

Melihat potensi dan kekompakan warga, Astrid memproyeksikan Kepatihan Kulon sebagai titik wisata kampung baru di Solo. Pendataan jenis usaha dan penguatan pemasaran akan terus dilakukan agar kawasan ini semakin dikenal luas sekaligus menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis kerukunan.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026