Dinkes Kudus diminta mendata penderita hydrochepalus

id dinkes kudus, diminta mendata,penderita ,hydrochepalus

Dinkes Kudus diminta mendata penderita hydrochepalus

Bupati Kudus Muhammad Tamzil bersama Wabup Hartopo mengunjungi salah satu pasien hydrochepalus di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin (21/1). (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Hal terpenting, masyarakat diminta untuk membiasakan pola hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit
Kudus (Antaranews Jateng) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus diminta mendata semua penderita hydrochepalus untuk difasilitasi pengobatannya di rumah sakit, kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil.
     
"Kami mengetahui adanya tiga penderita hydrochepalus asal Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, juga berdasarkan pemberitaan media. Tentunya hal ini tidak perlu terjadi," ujarnya di sela-sela mengunjungi penderita hydrochepalus yang dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin.
     
Ia berharap hal demikian tidak terjadi lagi dengan catatan DKK bisa mendatanya lebih awal untuk dicarikan jalan keluarnya.
     
Jika diketahui sejak awal, dia berharap, bisa difasilitasi pengobatan kesehatannya sehingga bisa tertangani segera.
     
Oleh karena itu, dia memerintahkan DKK untuk menyisir di setiap desa apakah ada penderita hydrochepalus atau tidak dengan melibatkan puskesmas.  
     
Salah satu dari ketiga penderita hydrochepalus yang menjalani perawatan di RSUD Kudus, yakni Ulil Albab dirujuk ke RS Kariadi Semarang karena mengalami kelainan pada saluran kencingnya.
     
Dokter spesialis anak RSUD Loekmono Hadi Kudus Arif Fahiya mengungkapkan pasien bernama Ulil Albab memang dirujuk ke RS Kariadi Semarang pada Sabtu (19/1). Pasien tersebut diketahui menderita kelainan pada alat kelamin.
     
Penyebab hydrochepalus, kata dia, banyak faktor, seperti kelainan bawaan dan terjadi infeksi saat pembentukan otak anak saat masih dalam kandungan.

Untuk mendeteksi bayi yang lahir apakah menderita hydrochepalus, katanya, tidak mudah karena harus menunggu perkembangan usianya hingga satu bulan, kemudian dilakukan pengecekan medis secara periodik guna memastikan apakah anak tersebut menderita hydrochepalus atau tidak.
     
Demikian halnya, kata dia, saat masih dalam kandungan juga tidak mudah untuk memastikan apakah janinnya memiliki tanda-tanda akan menderita hydrochepalus atau tidak.
     
"Hal terpenting, masyarakat diminta untuk membiasakan pola hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar