
Banjarnegara perkuat mitigasi bencana tahun 2019

Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara akan terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana atau mitigasi bencana pada tahun 2019.
"Upaya mitigasi bencana terus dilakukan selama beberapa tahun belakangan ini namun pada tahun 2019 akan kami perkuat lagi," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman, di Banjarnegara, Rabu.
Dia mengatakan pada 2019 pihaknya juga akan memperkuat kapasitas kebencanaan untuk relawan, tim reaksi cepat dan personel search and rescue (SAR).
"Kami juga akan mengintensifkan desa-desa tangguh bencana, dengan melibatkan juga partisipasi masyarakat," katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi mengenai daerah-daerah rawan bencana yang ada di Banjarnegara.
"Kami juga akan mengintensifkan penanaman pohon, utamanya di daerah yang rawan bencana longsor. Dan kami juga akan mempeluas jejaring peduli bencana lewat komunitas-komunitas yang pedulu upaya mitigasi bencana," katanya.
Dia juga menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana memerlukan sinergi banyak pihak antara lain pemerintah, dunia swasta, dan juga masyarakat.
Sebelumnya, BPBD Banjarnegara menginformasikan bahwa kejadian tanah longsor telah mendominasi bencana di wilayah tersebut sepanjang tahun 2018.
Dia menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi diketahui bahwa 136 bencana tanah longsor terjadi di Banjarnegara sepanjang tahun 2018.
"Selain itu ada juga enam kejadian banjir, 22 angin kencang, satu gempa, 46 kebakaran, dan satu erupsi," katanya.
Total kerugian akibat bencana sepanjang tahun 2018, kata dia, mencapai sekitar Rp30 miliar lebih.
"Akibat bencana, tercatat ada dua orang korban jiwa, 49 orang luka-luka. Selain itu ada 378 rumah rusak berat, 307 rumah rusak sedang, 338 rumah rusak ringan, dan 70 rumah terancam," katanya.
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
