
Pekalongan deklarasikan program Kencana

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendeklarasikan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) sebagai upaya memperkuat mitigasi dan penanganan bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar di Pekalongan, Rabu, mengatakan deklarasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
"Deklarasi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas kecamatan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap terjadi di wilayah ini," katanya.
Menurut dia, ukuran keberhasilan program harus terlihat dari meningkatnya kemampuan wilayah dalam mengantisipasi dan menangani bencana.
"Kita tidak ingin ini hanya menjadi deklarasi seremonial belaka. Yang paling penting setelah deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana ini adalah perlu pembuktian di lapangan yang harus ada perbedaan nyata dalam kesiapsiagaan," katanya.
Ia mengatakan para camat selaku pemimpin wilayah harus mampu mengorkestrasi seluruh potensi di tingkat kecamatan untuk mewujudkan substansi dari ketangguhan bencana ini.
Penguatan kapasitas kecamatan, kata dia, menjadi kebutuhan mendesak mengingat daerah ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
"Kondisi geografis yang beragam membuat wilayah ini menghadapi ancaman berbeda mulai dari tanah longsor di kawasan pegunungan hingga banjir rob yang rutin melanda daerah pesisir," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengatakan deklarasi Kencana bertujuan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan bencana.
Menurut dia, keberhasilan penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan.
"Kami ingin menyamakan persepsi bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, serta menyatukan langkah antara pemangku wilayah kecamatan an perangkat daerah terkait." katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
