Logo Header Antaranews Jateng

Inflasi Kota Surakarta turun tipis

Senin, 3 Desember 2018 16:44 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pasar darurat di Pasar Legi menjual berbagai macam kebutuhan pokok (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Inflasi Kota Surakarta pada November 2018 menurun 0,02 persen dari 0,24 persen pada Oktober menjadi 0,22 persen pada November 2018 seiring dengan turunnya harga sejumlah komoditas pokok.

"Beberapa komoditas yang menghambat besarnya angka inflasi, salah satunya bawang putih turun 10,07 persen dan memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,04 persen," kata Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Surakarta MAB Herminawati di Solo, Senin.

Selain itu, dikatakannya, untuk kelompok sayuran juga mengalami penurunan harga, seperti tomat sayur turun 10,28 persen dengan andil deflasi 0,01 persen dan daun singkong turun 10,26 persen dengan andil deflasi 0,01 persen.

Meski demikian, memasuki akhir tahun, diakuinya, ada beberapa komoditas yang sudah mengalami kenaikan harga, salah satunya telur ayam.

"Untuk komoditas telur ayam ras naik harga sebesar 4,93 persen dengan memberi andil inflasi sebesar 0,03 persen," katanya.

Selain itu, dikatakannya, untuk daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,52 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Ia mengatakan dengan angka inflasi tersebut, dikatakannya, laju inflasi tahun kalender dari periode Januari-November 2018 sebesar 1,87 prsen.

"Sedangkan untuk laju inflasi year on year, yaitu dari November 2018 terhadap November 2017 sebesar 2,99 persen," katanya.

Sementara itu, jika melihat tren pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya memprediksi jika akhir tahun ada beberapa kelompok yang memberikan dampak terhadap terjadinya inflasi.

"Memang kami belum survei, tetapi data dari tahun ke tahun biasanya event yang sifatnya liburan seperti tahun baru, Natal, dan bayar sekolah. Khususnya kenaikan tarif angkutan tidak bisa dihindari, seperti kereta api, bus AKDP, dan pesawat. Kenaikan ini terjadinya karena permintaan meningkat," katanya.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026