Susi Susanti : Kejuaraan dunia junior harus dijadikan pelajaran

id susi susanti

Susi Susanti : Kejuaraan dunia junior harus dijadikan pelajaran

Susi Susanti (ANTARA FOTO/Agus Apriyanto)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Manajer tim bulutangkis Indonesia Susi Susanti meminta agar kejuaraan dunia junior atau BWF World Junior Championships 2018 di Ontario, Kanada dijadikan pelajaran bagi para pebulutangkis muda. 

“Saya berharap para pemain junior, apalagi yang masih punya kesempatan untuk bertanding lagi di tahun-tahun berikutnya di kelas junior, supaya bisa mengambil pengalaman dari BWF World Championships itu,” kata Susi melalui siaran pers yang diterima Antara, Senin. 

Secara umum, dia menilai penampilan seluruh atlet yang berlaga di kejuaraan tersebut sudah cukup baik, namun masih bisa ditingkatkan lagi kemampuannya. Untuk kejuaraan dunia junior berikutnya, dia pun mengaku telah menyiapkan sejumlah pemain pelapis. 

“Para pemain yang kami bawa ke BWF World Junior Championships itu gabungan, ada yang tahun ini terakhir bermain di kelas junior dan ada pula yang masih bisa bermain sampai dua atau tiga tahun lagi,” ujar Susi. 

Lebih lanjut, dia menambahkan melalui BWF World Junior Championships tersebut, pihaknya ingin agar para pemain muda memiliki banyak pengalaman, sehingga bisa tampil lebih baik lagi di kejuaraan berikutnya. 

“Jadi, ada pemain yang kami targetkan untuk mencari pengalaman, ada juga yang sudah dipersiapkan. Kami buat secara berlapis. Sehingga untuk kedepannya sudah terencana dengan baik dan lebih rinci, sekaligus ada gambaran untuk Asia Junor dan World Junior Championships berikutnya,” tambah Susi. 

BWF World Junior Championships 2018 mempertandingkan dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Pertandingan beregu campuran berlangsung pada 5 hingga 10 November 2018, sedangkan pertandingan perorangan berlangsung mulai 12 hingga 18 November 2018. 

Dalam kejuaraan yang berlangsung di lapangan Markham Pan Am, Ontario, Kanada tersebut, tim junior Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu. 

Medali emas dimenangkan oleh pasangan ganda campuran Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil usai mengalahkan rekan satu timnya di babak final, yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang kemudian meraih medali perak. 

Sementara itu, tiga medali perunggu diraih oleh nomor beregu campuran dua pasangan ganda putri, yakni Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma. 
 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar