Logo Header Antaranews Jateng

Boyolali bangun Pasar Pengging sebagai percontohan

Jumat, 28 September 2018 20:20 WIB
Image Print
Sorang operator alat berat mengeraskan jalur Pasar Tradisional Pengging di Desa Jembungan Kecamaran Banyudono Kabupaten Boyolali, Jumat. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, membangun Pasar Pengging di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono yang bakal dijadikan percontohan pasar yang bersih dan indah, kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat, Karsino.

"Pasar Pengging merupakan pasar tradisional yang direvitalisasi menjadi cantik, indah, dan bersih serta sebagai percontohan di Boyolali," kata Karsino, di Boyolali, Jumat.

Karsino mengatakan Pasar Pengging tersebut merupakan salah satu pasar yang sedang dibangun dengan pemindahan Pasar Pengging ke daerah Pipo atau tempat dahulu merupakan cerobong asap peninggalan zaman Belanda Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.

"Relokasi pasar itu dengan menggunakan APBD Kabupaten Boyolali senilai Rp9.791.983.000, memanfaatkan lahan dari kas desa seluas sekitar 2,5 hektare," kata Karsino.

Menurut dia, pemilihan lokasi yang baru tersebut dengan pertimbangan beberapa hal. Salah satunya agar mampu mengurangi kemacetan arus kendaraan yang melintas apabila bertepatan dengan hari pasaran Pasar Pengging. Rencana pembangunan pasar selesai pada 2019.

"Pasar Pengging nanti akan menampung 1.343 pedagang dan akan menempati 63 unit toko dan 145 unit kios serta los yang disediakan. Klaster-klaster akan ditata sehingga wajah pasar menjadi percontohan yang memiliki tempat luas, padat pedagang dengan dekorasi yang tertata," katanya.

Dia mengatakan lokasi Pasar Pengging yang lama akan dijadikan sebagai ruang publik berikut dengan suasana yang ramah anak, ramah keluarga, tamanisasi yang ramah lingkungan. Dengan harapan titik keramaian di Boyolali mampu tersebar dengan kawasan Pengging yang sudah menjadi salah satu dari titik keramaian di Boyolali.

"Lokasi bekas pasar itu akan dimanfaatkan supaya masyarakat tidak tertuju pada satu titik keramaian karena dibangun ruang publik dengan taman hijau yang ramah anak, ramah keluarga," katanya.

Disdagperin Boyolali melakukan revitalisasi sejumlah pasar dengan ditata agar tidak memberi kesan umum pasar tradisional yang kotor dan kumuh. Pihaknya hingga 2018 ini, telah berhasil membangun pasar tradisional sebanyak 25 pasar, dimana lima di antaranya berhasil diwujudkan pada 2017.

"Jumlah seluruh pasar itu, akan dilakukan revitalisasi hingga 2019 mendatang. Semua pasar Boyolali yang embrionya hidup akan terbangun pasar yang cantik dan seksi dengan fasilitas anggaran DAK dan APBD 2018 ini, sudah mencapai sebesar Rp38.120.725.000," katanya.




Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026