14 napi di Lapas Purwokerto bebas setelah dapat remisi

id penyerahan remisi

14 napi di Lapas Purwokerto bebas setelah dapat remisi

Penjabat Bupati Banyumas Budi Wibowo saat menyerahkan secara simbolis remisi umum dalam rangka HUT Ke-73 RI kepada dua perwakilan napi di halaman Lapas Kelas II-A Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (17-8-2018) siang. (Foto: Humas Pemkab Banyumas)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Sebanyak 14 napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, langsung bebas setelah mendapat remisi umum II dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia.

Remisi umum tersebut diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Bupati Banyumas Budi Wibowo kepada perwakilan napi di halaman Lapas Kelas II-A Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat siang.

Selain 14 napi yang mendapat remisi umum II, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) juga memberikan remisi umum I kepada 490 napi Lapas Kelas II-A Purwokerto. Besaran remisi atau pengurangan masa pidana yang diberikan mulai dari 15 hari sampai dengan dua bulan.

Dalam hal ini, napi yang mendapat remisi umum II akan langsung bebas karena sisa masa pidananya habis setelah dikurangi dengan besaran remisi yang diterimanya.

Sementara napi yang mendapat remisi umum I tidak bisa langsung bebas karena masa pidananya masih tersisa setelah dikurangi remisi yang diperoleh.

Saat memberi sambutan, Kepala Lapas Kelas II-A Purwokerto Bambang Basuki mengatakan remisi tersebut diberikan kepada napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dinilai baik.

"Yang mendapatkan remisi bebas langsung ada 14 orang. Jadi, ini remisi diberikan kepada orang-orang atau warga binaan yang dinilai telah baik, tidak melakukan pelanggaran terhadap aturan yang ada di dalam," katanya.

Dia mengatakan saat ini, Lapas Purwokerto dihuni sekitar 1.065 napi dengan kapasitas total sebanyak 488 orang.

Selain itu, kegiatan pembinaan untuk napi juga sangat kurang karena tidak mempunyai aula meskipun gedungnya besar sehingga dilakukan dengan menumpang di sejumlah ruang.

"Di sini ada bengkel kerja untuk pembuatan sapu dan hiasan," katanya.

Pihaknya juga diperintahkan oleh Kemenkumham untuk menggelar Bakti Sosial Merah Putih Warga Binaan, khusus untuk Lapas Purwokerto berupa pelebaran masjid di dalam lapas.

"Dana kurang lebih sekitar Rp35 juta, kita dapat dari sumbangan warga binaan yang tidak mau disebut namanya, NN, dan seluruh warga serta petugas Lapas Kelas II-A Purwokerto," katanya.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap Hendra Eka Putra mengatakan sebanyak 22 napi dari tujuh lapas di Pulau Nusakambangan dan satu lapas di Cilacap langsung bebas setelah memperoleh remisi umum II dalam rangka HUT Ke-73 RI.

Menurut dia, dari 22 napi yang langsung bebas itu, dua orang di antaranya napi kasus terorisme, yakni Sulthon Qolbi alias Asadullah alias Arsyad bin Ubandi Hasan (48) yang berasal Madura, Jawa Timur, dan Beben Khairul Rizal bin Maksum Ambari (43) yang berasal dari Lampung.

"Selain 22 napi yang mendapat remisi umum II, sebanyak 738 napi se-Nusakambangan dan Cilacap memperoleh remisi umum I, tiga orang di antaranya napi kasus terorisme," katanya.

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar