
Muhammadiyah: Pelajar harus miliki karakter unggul

Setiap pelajar menjadi teladan yang baik bagi pelajar lainnya
Magelang (Antaranews Jateng) - Para pelajar harus memiliki karakter yang unggul sebagai bekal untuk menghadapi tantangan zaman pada masa mendatang, kata Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari.
"Para pelajar Muhammadiyah harus memiliki keunggulan dalam karakter," katanya dalam keterangan tertulis di Magelang, Senin.
Ia mengatakan hal itu saat pembukaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Magelang melalui acara apel pelajar Muhammadiyah di Lapangan Pemda di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ia mengemukakan pentingnya pembentukan akhlak yang mulia, kemauan belajar sungguh-sungguh, dan bekerja keras sebagai bagian dari karakter unggul itu.
"Maka tanamkan budaya literasi, budaya baca di kalangan pelajar. Dengan literasi maka akan dapat membuka wawasan keilmuan dan kehidupan," katanya dalam acara dengan pembina apel Kepala Polres Magelang AKBP Hari Purnomo.
Pada kesempatan itu, sekitar 2.800 pelajar Muhammadiyah membacakan ikrar terkait dengan komitmen pelajar cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia, cinta perdamaian, menolak kekerasan, menolak tawuran, dan antinarkoba.
Hari Purnomo menyampaikan pentingnya pelajar Muhammadiyah menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang salah satu wujudnya adalah cinta perdamaian.
"Tumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang nantinya akan menghadirkan perdamaian di antara pelajar dan antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Setiap pelajar menjadi teladan yang baik bagi pelajar lainnya," katanya.
Para pelajar, ujar dia, juga harus menghindari tawuran karena akan mengakibatkan keburukan bagi masa depan mereka. Tawuran pelajar selain mengganggu lingkungan masyarakat juga menjadikan rekam jejak buruk mereka, mengakibatkan cacat fisik, dan meninggal dunia.
Ia mengingatkan peran penting keluarga atau orang tua dalam pembinaan karakter generasi muda, khususnya pelajar, dan guru di sekolah yang bukan hanya fokus pembelajaran di kelas akan tetapi juga pembinaan terhadap perilaku pelajar sehari-hari.
"Kehidupan generasi muda khususnya para pelajar adalah tahapan kehidupan di mana proses mencari jati diri sedang dilakukan, oleh karena itu peran orang tua dalam kehidupan keluarga dan para guru di sekolah menjadi sangat penting dalam memberikan bimbingan dan pembinaan," katanya.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
