
Transsemarang Koridor VII resmi dioperasikan

Semarang, 15/5 (Antara) - Bus Rapid Transit (BRT) Koridor VI yang melayani rute Terminal Terboyo-Jalan Pemuda Semarang p.p. resmi dioperasikan sehingga melengkapi enam koridor yang sudah beroperasi.
"Alhamdulillah, pada tahun 2018 sudah bisa menambah BRT cfmenjadi tujuh koridor," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M. Khadik saat peluncuran Koridor V Transsemarang Koridor VII resmi dioperasikan
Rute Koridor VII, dimulai dari Terminal Terboyo, Kaligawe,
Khadik menyebutkan setidaknya 15 unit armada BRT Transsemarang telah disiapkan untuk melayani koridor baru Transsemarang itu berikut sarana dan prasarana penunjang, seperti ketersediaan shelter.
"Nanti, satu koridor lagi, yakni Koridor VIII kami rencanakan launching pada tahun depan. Sisanya, nanti koridor feeder, yakni penghubung kawasan permukiman dengan shelter Transsemarang," katanya.
Dengan beroperasinya satu koridor baru itu, ia optimistis target jumlah penumpang BRT Transsemarang yang pada tahun ini mencapai 10,1 juta penumpang bisa tercapai karena masyarakat semakin terlayani.
"Asumsinya, dengan beroperasinya tujuh koridor maka jumlah pengguna BRT Transsemarang akan meningkat. Kalau kemarin masih 27.000 penumpang/hari, setelah ini naik menjadi 29.000 penumpang/hari," katanya.
Sebelumnya, Transsemarang sudah mengoperasikan enam koridor, yakni Koridor I yang melayani rute Mangkang-Penggaron, Koridor II (Terminal Terboyo Semarang-Sisemut, Ungaran, Kabupaten Semarang).
Kemudian, Koridor III rute Pelabuhan Tanjung Emas-Sisingamaraja (Akpol), Koridor IV yang melayani Cangkiran-Bandara Ahmad Yani, dan Koridor V dengan rute Meteseh-PRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) Jateng, Semarang.
Koridor VI, menghubungkan akses kedua perguruan tinggi negeri (PTN) di Semarang, yakni Universitas Diponegoro Semarang (Undip) di Tembalang dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Sekaran, Gunungpati.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap beroperasinya koridor baru BRT Transsemarang itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat agar kemacetan lalu lintas berkurang.
"Salah satu cara mengurangi kemacetan lalu lintas, ya, ini. Masyarakat dipaksa tidak menggunakan kendaraan pribadi. Caranya? Bagaimana kami menyediakan akses transportasi yang murah dan nyaman," katanya.
Selain itu, Hendi, sapaan akrab politikus PDI Perjuangan itu mengatakan akses transportasi massal juga harus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang tinggal di seluruh wilayah, mulai timur, barat, utara, dan selatan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
