Logo Header Antaranews Jateng

Damkar padamkan kebakaran lahan di Purwokerto Kidul

Sabtu, 5 September 2026 22:58 WIB
Image Print
Petugas UPT Damkar Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memadamkan api yang membakar ilalang di lahan kosong tepi Jalan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memadamkan kebakaran lahan di Jalan Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul, Sabtu petang.

Petugas Damkar tiba di lokasi pada pukul 18.30 WIB atau sekitar 15 menit setelah menerima laporan dari warga setempat, dan langsung melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran.

Api yang membakar ilalang di lahan kosong tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 WIB.

Petugas selanjutnya melakukan pendinginan untuk memastikan bara api yang tersisa benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Salah seorang karyawan bengkel yang berada di seberang lokasi kejadian, Febrian, mengatakan api mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WIB dan membesar menjelang waktu Maghrib.

"Mulai kelihatan besar pas Maghrib. Menjelang Maghrib sudah mulai kelihatan gede," katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

Akan tetapi berdasarkan informasi dari sejumlah teman, kata dia, beberapa anak kecil sempat terlihat bermain api di lokasi kejadian sebelum kebakaran itu terjadi.

"Tidak tahu penyebabnya, ada yang bakar atau apa. Info dari teman saya tadi, ada anak-anak yang bakar-bakar," katanya.

Menurut dia, petugas dapat melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi untuk mengetahui kepastian penyebab kebakaran.

Ia mengatakan kebakaran lahan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Ia mengingat kejadian serupa pernah terjadi sekitar 2024 atau 2025 di lahan yang berada di sebelah lokasi bengkel.

"Dulu sempat sekali, 2024 atau 2025 kalau tidak salah. Di sebelah sini, persis," katanya.

Ia mengatakan kebakaran sebelumnya diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah.

Bahkan, kata dia, api saat itu sempat merambat hingga mengenai trafo listrik di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan kondisi kekeringan harus diantisipasi sejak dini karena lingkungan yang kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.

“Apalagi Kabupaten Banyumas masuk kategori status awas atau merah potensi kekeringan meteorologis pada Dasarian I September 2026,” katanya di Purwokerto, Sabtu.

Menurut dia, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, juga melalui langkah pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi potensi munculnya sumber api.

Terkait dengan hal itu, ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Langkah tersebut penting dilakukan karena sumber api yang kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas ketika kondisi lingkungan dalam keadaan kering,” katanya.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kata dia, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026