
Legislator pertanyakan eksistensi BP2MK terkait UNBK

Semarang (Antaranews Jateng) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah mempertanyakan eksistensi Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) terkait masih banyaknya kendala dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar beberapa waktu lalu.
"Eksistensi BP2MK ini perlu dipertanyakan. Harusnya BP2MK dan dinas terkait bisa belajar dari permasalah-permasalahan sebelumnya untuk diantisipasi ke depannya," kata anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Jamaluddin di Semarang, Jumat.
Ia mengungkapkan, anggota Komisi E DPRD Jateng masih menemukan berbagai kendala dan hambatan dalam pelaksanaan UNBK saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah.
Permasalahan yang ditemui kalangan legislator itu antara lain, hambatan PLN, putus akses, sinkronisasi waktu antara pusat dan sekolah tidak sesuai.
Kemudian juga peladen internet yang melebihi kapasitas, akses masih belum lancar dan ada yang susah masuk, soal ujian tidak serentak dan lambat, serta ada peserta UNBK yang mengerjakan sampai malam hari.
"Di Kabupaten Wonogiri beberapa sekolah memiliki komputer yang sudah jadul, untuk mengakses internet juga berat dan kurang cepat," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.
Terkait dengan kendala-kendala tersebut, Jamaluddin menuding perencanaan BP2MK sangat lemah dan tidak punya gagasan dalam mengatasi kekurangan UNBK tahun lalu.
"Atas temuan ini, kami akan membuat instrumen-instrumen untuk mengevaluasi perkembangan dan capaian yang dilakukan oleh dinas terkait agar nantinya pada waktu raker dengan biro keuangan kita lebih detail dan memahami apa yang terjadi di lapangan," katanya.
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
